JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Kodam XVII/Cenderawasih mengimbau masyarakat, khususnya civitas akademika dan warga Kota Jayapura, untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menyikapi aksi mimbar bebas mahasiswa di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Padang Bulan, Distrik Heram, Rabu (30/9/2026).
Aksi yang awalnya berlangsung sebagai mimbar bebas di Halaman Hijau USTJ tersebut kemudian berkembang menjadi gangguan keamanan setelah terjadi pengibaran bendera bermotif Bintang Kejora, pelemparan batu terhadap aparat, pembakaran lapak pinang, serta pemalangan jalan.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 mahasiswa USTJ. Dalam aksi mimbar bebas itu, massa membahas isi Perjanjian Roma dan persoalan Papua. Situasi kemudian berkembang setelah sebagian massa mendatangi tiang bendera utama kampus dan menaikkan bendera bermotif Bintang Kejora.
Sejumlah spanduk juga dibentangkan dengan berbagai tuntutan dan pernyataan mengenai penentuan nasib sendiri Papua, Perjanjian Roma, serta permintaan intervensi lembaga internasional. Di lokasi turut terlihat sejumlah bendera dengan motif Bintang Kejora, RMS Maluku, dan Bulan Bintang Aceh.
Situasi memanas setelah aparat keamanan tiba di lingkungan kampus. Berdasarkan laporan lapangan, kedatangan personel keamanan mendapat reaksi berupa pelemparan batu.
Aparat kemudian melakukan upaya persuasif dan negosiasi dengan mengimbau massa menghentikan kegiatan serta menurunkan bendera bermotif Bintang Kejora.
Ketegangan kembali terjadi ketika aparat melakukan upaya penurunan bendera. Massa melakukan perlawanan dengan melempar batu sehingga aparat melakukan tindakan pengendalian massa menggunakan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan konsentrasi massa.
Situasi selanjutnya meluas ke luar lingkungan kampus. Massa dilaporkan melakukan pembakaran lapak pinang di sekitar depan Alfamidi Padang Bulan serta pemalangan Jalan Raya Waena-Abepura yang sempat menyebabkan arus lalu lintas terhenti.
Personel Korem 172/PWY turut membantu memadamkan api, sementara aparat keamanan melakukan pengamanan di sekitar lokasi.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan, Kodam XVII/Cenderawasih mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengambil tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
Menurutnya, penyampaian aspirasi perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan ketertiban umum, keselamatan masyarakat, serta ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya civitas akademika dan generasi muda, untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Mari bersama-sama menjaga lingkungan pendidikan agar tetap aman sehingga kegiatan akademik dapat berjalan dengan baik,” ujar Kapendam.
Kapendam menegaskan, aparat keamanan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait guna menjaga situasi tetap kondusif.
Penanganan terhadap setiap tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, kata dia, dilakukan sesuai kewenangan serta ketentuan hukum yang berlaku.
Ia juga mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pihak perguruan tinggi, dan para orang tua untuk bersama-sama memberikan ruang dialog serta pendampingan kepada generasi muda.
Menurutnya, penyelesaian setiap persoalan di Papua membutuhkan komunikasi yang terbuka, pendekatan yang proporsional, serta keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Kapendam turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum diketahui sumber dan kebenarannya, khususnya melalui media sosial.
Informasi yang tidak terverifikasi, kata dia, berpotensi memperkeruh situasi dan memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana tetap damai, menghormati aktivitas akademik dan segera berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan,” katanya.
Setelah massa mulai membubarkan diri, arus lalu lintas di Jalan Raya Waena-Abepura berangsur kembali normal.
Hingga sore hari, aparat keamanan masih melaksanakan pengamanan di sekitar Gapura USTJ. Situasi di kawasan tersebut terpantau kondusif.
Kodam XVII/Cenderawasih mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya warga Kota Jayapura, untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan ketertiban lingkungan.
Stabilitas keamanan yang terpelihara diharapkan dapat mendukung keberlangsungan aktivitas pendidikan, kehidupan sosial, dan pembangunan di Tanah Papua. (Redaksi)



























































































