SEMARANG, HarianTerbaruPapua.com – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, Pemerintah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, justru mempertegas komitmennya membangun sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan. Tahun 2026 ini, sebanyak 316 putra-putri terbaik Kabupaten Puncak resmi diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa dan Bali melalui Program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas 2026.
Prosesi penyerahan para calon mahasiswa kepada Yayasan Bina Teruna Bumi Cenderawasih (Binterbusih) di Semarang, Senin (13/7/2026). Penyerahan dilakukan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, yang mewakili Bupati Puncak Elvis Tabuni dan Wakil Bupati Naftali Akawal, kepada Ketua Yayasan Binterbusih, Pascalis Abner.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan Kabupaten Puncak tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menyiapkan generasi muda yang kelak menjadi tenaga profesional untuk membangun daerahnya sendiri.

Sebelum memulai kuliah di berbagai perguruan tinggi di Semarang, Salatiga, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Surabaya, Malang hingga Bali, seluruh mahasiswa akan menjalani pembinaan intensif selama satu bulan di Yayasan Binterbusih.
Mereka akan dibekali pendidikan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, ketangguhan mental, pembinaan rohani, hingga tes kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung.
Ketua Yayasan Binterbusih, Pascalis Abner, mengatakan pembinaan tersebut merupakan hasil evaluasi dari program tahun sebelumnya.

“Belajar dari pengalaman tahun lalu, ada 41 mahasiswa yang harus mengikuti matrikulasi selama satu tahun penuh sebelum bisa kuliah. Mundur selangkah tidak apa-apa, asalkan nantinya mereka bisa melompat dan terbang lebih tinggi,” ujarnya.
Sesuai arahan Bupati Puncak, sekitar 80 persen mahasiswa akan diarahkan mengambil program studi di bidang Pendidikan dan Kesehatan, seperti dokter, perawat, bidan, dan guru.
Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional yang masih sangat terbatas di Kabupaten Puncak, terutama di sektor pelayanan dasar.
Perjalanan menjadi penerima Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas tidaklah mudah.
Sebanyak 349 peserta mengikuti seleksi akademik yang digelar di SMA Negeri Ilaga pada 11–12 Juni 2026.
Selanjutnya, 344 peserta menjalani tes kesehatan di RSUD Ilaga. Dari jumlah tersebut, 200 orang dinyatakan lolos, sementara peserta yang belum memenuhi syarat diberi kesempatan mengikuti tes ulang di RSUD Ilaga dan RSUD Timika.

Hasilnya, 116 peserta tambahan dinyatakan lolos, sehingga total peserta yang memenuhi syarat mencapai 317 orang. Namun, satu peserta mengundurkan diri menjelang keberangkatan sehingga total mahasiswa yang diberangkatkan menjadi 316 orang.
Sementara itu, 28 peserta yang terdeteksi mengalami gangguan kesehatan masih menjalani penanganan medis.
Pj Sekda Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, menegaskan bahwa meski pemerintah pusat menerapkan efisiensi anggaran, Pemkab Puncak tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.
“Kalian membawa harapan ribuan masyarakat Kabupaten Puncak. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jaga nama baik keluarga dan daerah. Lima sampai sepuluh tahun ke depan kami ingin kalian kembali sebagai SDM yang siap membangun Kabupaten Puncak,” katanya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari DPRK Kabupaten Puncak.
Wakil Ketua Komisi III DPRK Puncak, Tanius Kulua, meminta seluruh mahasiswa mematuhi aturan dan mengikuti arahan para pembina.
Sementara Ketua Komisi I DPRK Puncak, Perius Denilson Wonda, menegaskan pihak legislatif akan mengawasi perkembangan para mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Kami akan terus mengawal program ini. Jika ada mahasiswa yang tidak disiplin dan melanggar aturan, kami akan meminta agar dipulangkan ke daerah,” tegasnya.
Salah satu penerima beasiswa, Isabela Gloria Mom, alumni SMA Papua Kasih Jayapura yang diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha Bandung, mengaku bersyukur mendapat kesempatan tersebut.
Ia mengatakan, minimnya tenaga kesehatan di Kabupaten Puncak menjadi motivasi utama untuk menyelesaikan pendidikan dan kembali mengabdi.
“Saya ingin menjadi dokter dan kembali melayani masyarakat di Kabupaten Puncak. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Puncak yang telah membuka jalan bagi masa depan kami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ronaldo Uamang, lulusan SMA Negeri 1 Beoga yang diterima di Jurusan Transportasi Udara Banyuwangi.
“Kesempatan ini sangat berarti bagi kami. Kami akan belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat kembali membangun Kabupaten Puncak,” katanya.
Program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas 2026 menjadi salah satu investasi terbesar Pemerintah Kabupaten Puncak dalam menyiapkan generasi muda yang berpendidikan, berkarakter, dan memiliki kompetensi untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah di masa depan. (Cornelia)






















































































