JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Tahapan penting dalam rangkaian Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua tahun 2025 resmi memasuki fase berikutnya. Hari ini, Rabu (07/8/2025), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jayapura menggelar pembukaan rapat pleno terbuka untuk rekapitulasi hasil perhitungan suara di tingkat distrik.
Kegiatan ini akan berlangsung secara bertahap hingga 11 Agustus 2025, sesuai jadwal resmi yang telah ditetapkan oleh KPU. Dalam proses ini, setiap hasil perhitungan suara dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan direkap secara terbuka di hadapan para saksi, pengawas pemilu, dan masyarakat.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh dalam mengamankan jalannya pleno. Hal itu disampaikannya saat ditemui di Mapolresta Jayapura, Rabu sore.
“Kegiatan rapat pleno terbuka ini merupakan bagian penting dari proses demokrasi dalam PSU Pilgub Papua. Kami dari Polresta Jayapura Kota mengawal penuh setiap tahapan, agar proses rekapitulasi dapat berjalan aman, lancar, dan tertib,” ujar Kapolresta.
Untuk memastikan kelancaran dan kondusivitas selama pleno berlangsung, Polresta Jayapura menerapkan pengamanan ketat di setiap titik pelaksanaan rekapitulasi di tingkat distrik. Prosedur pengamanan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
“Kami pastikan pengamanan maksimal dilakukan di setiap titik pleno. Ini penting untuk menjaga stabilitas keamanan dan mencegah potensi gangguan selama proses berlangsung,” jelas KBP Fredrickus.
Kapolresta menekankan bahwa tahapan rekapitulasi suara melalui pleno terbuka merupakan mekanisme formal untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi hasil pemungutan suara ulang yang digelar serentak pada 6 Agustus 2025.
“Pleno terbuka ini memberi ruang bagi semua pihak—termasuk saksi pasangan calon, Bawaslu, dan masyarakat—untuk menyaksikan langsung proses rekapitulasi, guna memastikan bahwa hasil akhir benar-benar mencerminkan suara rakyat,” ungkapnya.
Mantan Wakil Direktur Intelkam Polda Papua ini juga mengimbau kepada seluruh saksi, simpatisan pasangan calon, serta masyarakat agar turut menjaga ketertiban selama tahapan berlangsung.
“Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri, menghormati mekanisme yang sedang berjalan, dan mengikuti proses dengan bijak. Ini penting untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat, khususnya di Kota Jayapura,” pungkas Kapolresta.
Kegiatan pleno terbuka ini menjadi tonggak krusial dalam penyelenggaraan PSU Pilgub Papua, terutama dalam memastikan kepercayaan publik terhadap integritas dan legitimasi hasil pemilihan. Keterlibatan aktif semua elemen masyarakat dalam mengawasi tahapan ini menjadi kunci terciptanya proses demokrasi yang transparan dan bermartabat di Bumi Cenderawasih.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)

































































































