JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – BPJS Kesehatan Cabang Jayapura bersama Kedeputian Wilayah XII menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers di Jayapura, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, dan media dalam mendukung transformasi kepesertaan serta keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Papua.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Deputi Direksi Wilayah XII, Sawal Sani Tarigan, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan Program JKN.
“Program JKN tidak hanya menjadi tanggung jawab BPJS Kesehatan, tetapi merupakan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, badan usaha, serta media menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal,” ujarnya.
Dalam paparannya, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, menyampaikan bahwa capaian kepesertaan JKN di wilayah Papua menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga 28 Februari 2026, cakupan kepesertaan JKN telah mencapai lebih dari 98% dari total penduduk Papua, sementara tingkat keaktifan peserta mencapai 85,34% atau sebanyak 4.901.664 jiwa.
“Capaian ini menunjukkan komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan masyarakat Papua terlindungi dalam Program JKN. Namun demikian, peningkatan keaktifan peserta tetap menjadi fokus utama kami ke depan,” jelas Erika.
Lebih lanjut, Erika menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan terus mendorong transformasi kepesertaan melalui peningkatan kemandirian masyarakat, termasuk optimalisasi segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) serta pemanfaatan fitur Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran.
Dari sisi perlindungan masyarakat kurang mampu, progres reaktivasi peserta segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) hingga saat ini telah mencapai 2.706 jiwa di seluruh wilayah Papua.
Selain itu, total biaya manfaat pelayanan kesehatan yang telah dibayarkan oleh BPJS Kesehatan hingga Februari 2026 mencapai Rp235.255.609.192, yang menunjukkan besarnya manfaat Program JKN bagi masyarakat Papua.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Matius Pawara, menekankan pentingnya pengkinian data desil kesejahteraan sebagai dasar penetapan kepesertaan yang tepat sasaran.
“Kami terus melakukan percepatan validasi dan pemutakhiran data masyarakat melalui verifikasi lapangan dan integrasi data lintas sektor. Hal ini penting agar bantuan iuran benar-benar tepat sasaran dan masyarakat yang membutuhkan tetap terlindungi,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif melakukan pengecekan status kepesertaan JKN melalui berbagai kanal layanan yang tersedia, seperti aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA (WhatsApp), Care Center 165, maupun layanan langsung di kantor BPJS Kesehatan.
Di sisi lain, Anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Perwakilan Provinsi Papua, Alberth Yoku, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan dukungan terhadap Program JKN melalui berbagai langkah strategis.
“Beberapa langkah yang kami dorong antara lain percepatan validasi data bersama Dinas Sosial melalui pelibatan berbagai lapisan masyarakat, penguatan mutu layanan fasilitas kesehatan melalui pemetaan kebutuhan berbasis data, serta mendorong instansi dan badan usaha untuk mendaftarkan pekerjanya dalam segmen Pekerja Penerima Upah,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran media, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan pemberian penghargaan “Anugerah Media Sahabat JKN 2025”. Melalui Anugerah Media Sahabat JKN Tahun 2026, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada media dan jurnalis dengan kontribusi pemberitaan positif dan edukatif terbanyak sepanjang tahun 2025.
Adapun pemenang penghargaan tersebut adalah: Juara III: Redaksipotret (Jurnalis: Syahriah), Juara II: RRI Jayapura (Jurnalis: Anggrias Rul Firmans), dan Juara I: Lintas Papua (Jurnalis: Fransisca Kusuma Wardhani).
Menutup kegiatan, Erika menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan keberlanjutan Program JKN di Papua.
”Peningkatan keaktifan peserta, penguatan validasi data, serta mendorong kemandirian masyarakat dalam kepesertaan menjadi fokus utama ke depan, sehingga seluruh masyarakat dapat memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal dan berkesinambungan,” tutupnya. (Rilis)






























































































