SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Yayasan Bengkel Kerja Papua menggelar pelatihan komputer gratis bagi pemuda-pemudi yang berlangsung di Jemaat GKI Zoar Abeale, Sentani, Kabupaten Jayapura. Kegiatan ini dilaksanakan selama hampir dua pekan, mulai 9 hingga 20 Maret 2026.
Sekretaris Yayasan Bengkel Kerja Papua, Reinhard Ramandei, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya yayasan untuk meningkatkan kemampuan generasi muda Papua di bidang teknologi informasi.
Menurutnya, pendekatan melalui gereja dipilih karena gereja menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Papua dari berbagai latar belakang. Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia dinilai akan lebih efektif jika dimulai dari lingkungan gereja.
“Kalau kita mau menolong orang Papua, maka kita harus memulai dari dalam gereja. Orang Papua memang tersebar di mana-mana, tetapi tempat mereka berkumpul secara rutin adalah di gereja,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Reinhard menjelaskan bahwa teknologi merupakan “sayap kuat” yang dapat membantu generasi muda Papua untuk terbang lebih tinggi, meningkatkan harkat dan martabat, serta mampu bersaing dengan standar yang baik di berbagai bidang.
Selain mendapatkan pelatihan komputer secara gratis, para peserta juga akan memperoleh sertifikat sebagai bukti kemampuan yang telah mereka pelajari selama mengikuti pelatihan.
Menurutnya, sertifikat tersebut sangat penting sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang dimiliki seseorang, terutama ketika ingin melanjutkan pendidikan ataupun memasuki dunia kerja.
“Pengetahuan saja tidak cukup jika tidak ada bukti. Sertifikat ini menjadi bukti kualitas seseorang ketika ingin melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Jemaat GKI Zoar Abeale Sentani, Pnt. Ricard George Mozes, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dukungan Yayasan Bengkel Kerja Papua yang telah memberikan pelatihan komputer gratis bagi pemuda-pemudi gereja.
Menurutnya, program tersebut merupakan berkat besar bagi jemaat, khususnya generasi muda, mengingat biaya pelatihan komputer pada umumnya dapat mencapai sekitar Rp1,5 juta untuk tiga paket pelatihan.

“Pelatihan ini sangat membantu. Ini merupakan berkat besar bagi jemaat, karena biasanya biaya pelatihan komputer cukup mahal, tetapi melalui program Yayasan Bengkel Kerja Papua diberikan secara gratis,” terangnya.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut diikuti sekitar 243 peserta yang terdiri dari pemuda-pemudi, anak-anak hingga beberapa ibu rumah tangga yang memiliki semangat tinggi untuk belajar dan meningkatkan keterampilan di bidang teknologi informasi.
“Ini menjadi kesempatan bagi pemuda-pemudi Papua untuk meningkatkan kemampuan dan mampu bersaing di bidang teknologi,” ujarnya.
Ricard berharap melalui pelatihan tersebut, beberapa peserta nantinya dapat dipersiapkan untuk membantu pelayanan di gereja, khususnya dalam mengisi kebutuhan tenaga tata usaha di lingkungan jemaat.
Selain pelatihan komputer, Yayasan Bengkel Kerja Papua juga memberikan pelatihan pengolahan pangan lokal berbahan dasar sagu bagi para ibu-ibu di Jemaat Zoar Abeale. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan membuat berbagai produk olahan seperti bakso sagu, kerupuk sagu, mie sagu, es krim sagu, hingga kue brownies berbahan dasar sagu.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai peluang usaha bagi warga jemaat. (Cornelia Mudumi)
































































































