KEEROM, HarianTerbaruPapua.com – Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Keerom menggelar Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Massal secara gratis, Sabtu (20/12/2025).
Pelayanan KB massal tersebut dilaksanakan serentak di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Arso Barat, Puskesmas Arso 3, dan Puskesmas Arso Kota. Sementara untuk pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Medis Operasi Wanita (MOW) dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kwaingga, Kabupaten Keerom, Papua.
Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapat layanan KB MKJP berupa IUD dan implan, serta Non MKJP meliputi pil, suntik, dan kondom. Untuk mendapatkan pelayanan, calon akseptor diwajibkan membawa identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Keerom, Palobang, mengatakan bahwa kegiatan KB massal ini merupakan bagian dari upaya pengendalian jumlah penduduk sekaligus menjaga keselamatan ibu dan anak.

“Pada hari ini kami dari DP3AP2KB, khususnya bidang P2KB, melaksanakan pelayanan KB massal MKJP, termasuk pelayanan MOW yang dipusatkan di RSUD Kwaingga. Jumlah akseptor MOW hari ini sebanyak empat orang,” ujar Palobang.
Selain pelayanan MOW, kata Palobang, pelayanan KB implan juga dilakukan di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Arso Barat, Arso 3, dan Arso Kota. Sementara puskesmas lainnya tetap diinstruksikan untuk melaksanakan pelayanan KB massal sesuai dengan kerja sama yang telah terjalin bersama DP3AP2KB.
“Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka peringatan Hari Ibu, dengan melibatkan dokter, tenaga kesehatan, serta seluruh bidang di DP3AP2KB. Dukungan juga sangat baik dari pihak rumah sakit dan tenaga medis,” jelasnya.
Palobang menambahkan, apabila jumlah akseptor cukup banyak dan tidak seluruhnya terlayani dalam satu hari, maka pelayanan KB massal dapat dilanjutkan hingga dua hari.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kepesertaan KB di Kabupaten Keerom, menekan angka kelahiran, serta menurunkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan. Dengan KB jangka panjang, diharapkan keluarga dapat merencanakan kelahiran dengan lebih baik,” katanya.
Menurutnya, pelayanan KB juga berperan penting dalam upaya pencegahan stunting. Jarak kehamilan yang terencana dinilai dapat menurunkan risiko stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
“Kami mengharapkan masyarakat semakin sadar untuk mengatur jarak kelahiran melalui pelayanan KB. Dengan perencanaan keluarga yang baik, kesejahteraan keluarga dan kualitas generasi ke depan bisa lebih terjamin,” pungkas Palobang.
Salah satu akseptor MOW, Sunarti Sulistiawati (48), warga Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan KB massal tersebut.

“Saya sudah menunggu sekitar satu tahun untuk ikut program ini, tapi sebelumnya belum ada pelayanan. Begitu ada, saya langsung antusias mengikutinya,” ujar Sunarti.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Pelayanan seperti ini sangat membantu masyarakat, terutama untuk mencegah stunting dan mengendalikan kelahiran yang jaraknya terlalu dekat. Kalau dilakukan secara mandiri, biayanya cukup besar. Dengan adanya KB massal gratis ini, kami sangat terbantu. Terima kasih kepada pemerintah,” tuturnya. (Darul)


































































































