JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Mengawali hari pertama masuk sekolah usai libur Idulfitri, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Papua turun langsung bergerak di lapangan memastikan penguatan karakter murid dan lingkungan belajar yang sehat serta nyaman berjalan optimal.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, BGTK Papua mengawal implementasi Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4 Tahun 2026 yang menegaskan pentingnya menghidupkan kembali tradisi upacara bendera sebagai sarana pembentukan karakter.
Kepala BGTK Papua, Fatkurohmah, menghadiri langsung upacara bendera di SMP Negeri 11 Jayapura, Distrik Waena, Kota Jayapura, Papua, Senin (30/3/2026).
Ia menegaskan bahwa upacara bendera bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum penting untuk menanamkan disiplin dan cinta tanah air.
“Upacara bendera adalah momen krusial untuk membentuk karakter murid, terutama dalam menumbuhkan disiplin dan rasa nasionalisme,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fatkurohmah juga mendorong penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat sebagai fondasi pembentukan generasi tangguh.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, Ikrar Murid dan Gerakan ASRI.
Dalam amanat upacara yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, ditekankan lima nilai utama yang harus dipegang murid, yaitu beriman dan bertakwa, menghormati orang tua dan guru, rajin belajar, hidup rukun, serta mencintai tanah air.
Selain itu, pemerintah juga mendorong implementasi Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan mendukung proses belajar.
Gerakan ini menekankan pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan, keamanan, serta keindahan lingkungan sekolah melalui kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga fasilitas, hingga membangun hubungan harmonis antarwarga sekolah.
Tak hanya itu, pemerintah juga mengingatkan pentingnya pengelolaan penggunaan gawai melalui prinsip 3S, yakni Screen Time (membatasi waktu layar), Screen Zone (menggunakan gawai di tempat yang tepat), dan Screen Break (beristirahat dari layar).
Hal ini sejalan dengan penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang perlindungan anak dalam sistem elektronik.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap Gerakan ASRI, BGTK Papua menyalurkan bantuan alat kebersihan kepada SMP Negeri 11 Jayapura. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Sekolah Feronika Floren Fraulaine, S.Pd., disaksikan guru dan siswa.
Tak berhenti di sana, BGTK Papua juga melanjutkan kegiatan di SD Negeri Kotaraja. Di sekolah ini, tim menggelar aksi “Grebek Sampah” bersama guru dan murid.
Kegiatan ini tidak hanya membersihkan lingkungan sekolah, tetapi juga diisi dengan sayembara pengumpulan sampah dan kuis edukatif yang disambut antusias para siswa.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BGTK Papua menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis sekolah, tidak hanya dalam aspek administratif, tetapi juga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkarakter di Tanah Papua. (Cornel)
































































































