JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Santri berperan dalam membangun bangsa melalui ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia. Hal ini disampaikan oleh inspektur upacara selaku Kepala Dinas (Kadis) Arsip dan Perpustakaan Provinsi Papua, Achmad Djalali; yang hadir mewakili Gubernur Papua dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 yang digelar oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua di halaman Pondok Pesantren Yaa Bunayya, Kota Jayapura, Kamis (22/10/2026).
Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenag Provinsi Papua, Klemens Taran; turut hadir dalam upacara tersebut, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Islam, M. Muzakir Asso; Ketua Tim (Katim) Kerja Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Yeniek Yuli Kurniawati; Katim Kerja Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan, Fatmawati Abbas Palanakan; Katim Kerja Pendidikan Agama Islam, Ningsih; Katim Perencanaan, Data dan Informasi, Dwiharjanto; serta para staff pada Bidang Pendidikan Islam. Upacara ini juga dihadiri perwakilan Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura, serta Kepolisian Daerah (Polda) Papua.
Dalam kesempatan tersebut, Djalali menyampaikan permohonan maaf Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas lain.
Dalam amanat Menteri Agama RI yang dibacakannya, Djalali menegaskan bahwa Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Peristiwa tersebut mengajarkan kepada kita bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga bagian penting dari perjalanan bangsa. Karena itu, mengenang jasa para pendahulu tidak cukup hanya dengan upacara dan seremonial. Kita harus melanjutkan perjuangan mereka melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi Indonesia,” ujarnya.
Mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Menteri Agama mengajak para santri untuk mengambil peran strategis dalam mempersiapkan Indonesia menghadapi satu abad kemerdekaan pada 2045.
“Santri harus menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. Peliharalah tradisi pesantren, tetapi jangan pernah takut terhadap perubahan. Jadilah generasi yang teguh memegang nilai-nilai keislaman, terbuka terhadap kemajuan, serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat,” terangnya.
Menurutnya, santri memiliki kesempatan yang luas untuk berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari keagamaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, kewirausahaan, hingga kepemimpinan. Dengan kesungguhan dalam belajar dan mengabdikan ilmu, santri dapat menjadi bagian dari sumber daya manusia unggul yang dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Menteri Agama juga menekankan pentingnya karakter, kejujuran, integritas, kemandirian, dan kepedulian sosial sebagai fondasi generasi penerus bangsa.
“Sebagaimana pesan yang sering kita dengar di pesantren, man jadda wajada, barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil. Teruslah berusaha, berinovasi, dan berkarya. Jadilah santri yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” jelasnya.
Selain menjadi lembaga pendidikan dan pembinaan akhlak, pesantren dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, para santri diajak menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penjaga persatuan, penggerak kemandirian ekonomi, serta sahabat bagi lingkungan melalui pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam amanat tersebut, Menteri Agama juga menyampaikan bahwa pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan dan penguatan pesantren.
“Kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tiga fungsi utama pesantren, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Menutup amanatnya, Menteri Agama mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat semangat gotong royong dan melanjutkan perjuangan para ulama serta pahlawan melalui pengabdian sesuai tantangan zaman. Ia juga mengajak masyarakat mendoakan para ulama, santri, dan pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa. (Rilis)
































































































