SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Jayapura.
Salah satunya dirasakan Rosalinn, pemilik usaha Dafonsoro Stone ART, yang menjual berbagai produk kerajinan. Ia mengaku pendapatannya selama mengikuti FDS jauh lebih tinggi dibandingkan penjualan pada hari-hari biasa.
Rosalinn mengatakan, selama ini usahanya dijalankan dari rumah di kawasan Padang Bulan. Penjualan dilakukan secara langsung maupun secara daring melalui media sosial.
“Menurut saya sangat baik dan membantu kami para UMKM. Pendapatan yang kami dapat dari penjualan selama mengikuti FDS lebih dari apa yang biasa kami dapatkan di tempat usaha kami,” ujarnya, Jumat (4/9/2026).
Menurut Rosalinn, pendapatan usahanya pada hari biasa berada di kisaran Rp300 ribu hingga Rp700 ribu. Namun, selama mengikuti kegiatan FDS, pendapatannya meningkat hingga mencapai lebih dari Rp2 juta bahkan Rp3 juta.
“Kami merasakan pendapatan dari festival ini sangat bagus sekali. Cukup lumayan dan sudah membantu kami dalam kegiatan ini,” katanya.
Tak hanya masyarakat lokal, produk kerajinan yang dijualnya juga diminati pengunjung dari luar Papua, termasuk wisatawan asing.
“Banyak sekali produk-produk kami yang dibeli orang luar untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Ada juga warga asing,” tuturnya.
Rosalinn pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura yang telah memberikan ruang bagi mama-mama UMKM untuk berjualan selama FDS XV.
Ia berharap pelaksanaan FDS pada tahun-tahun mendatang semakin meriah dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku UMKM.
“Harapan saya ke depannya FDS akan lebih baik lagi, lebih meriah dan lebih ramai. Apa yang kami rasakan sekarang mudah-mudahan bisa lebih baik lagi di tahun mendatang,” ujarnya.
Lebih jauh, Rosalinn berharap lokasi pelaksanaan FDS tidak hanya digunakan saat festival, tetapi dapat dikembangkan menjadi sentra penjualan UMKM secara permanen.
“Harapan saya tempat ini bisa dijadikan tempat penjualan untuk mama-mama UMKM, sehingga bisa setiap hari berjualan di sini. Kalau bisa permanen,” katanya. (Cornelia)
































































































