SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 menjadi ruang bagi pelaku usaha kampung untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk lokal kepada masyarakat dan wisatawan.
Salah satunya dilakukan BUMDes Kampung Bagasirwar Dua, Kabupaten Sarmi, yang membawa sejumlah produk unggulan masyarakat kampung untuk dipasarkan dalam rangkaian pra-FDS hingga pelaksanaan FDS XV.
Fasilitator Lembaga Tertunari, Jeck Michael Ibo, mengatakan keikutsertaan kelompok tersebut bertujuan mendorong potensi ekonomi yang ada di tingkat kampung agar mampu memberikan pendapatan bagi keluarga maupun pemerintah desa.
“Kami mendorong bagaimana potensi yang ada di tingkat kampung bisa diangkat dan mereka bisa hadir pada event ini. Tujuannya bagaimana kelompok dan kampung mereka bisa mendapatkan pendapatan bagi keluarga, tetapi juga pendapatan bagi pemerintah desa,” ujar Michael, Jumat (4/9/2026).
Dalam keikutsertaan tersebut, BUMDes Bagasirwar Dua tidak hanya membawa produk dari kampungnya sendiri, tetapi juga merangkul sejumlah BUMDes dan kampung di sekitarnya.
Produk yang dipasarkan antara lain tepung sagu, minyak kelapa, ikan asin, hingga berbagai kerajinan tangan mama-mama kampung.
Untuk produk sagu, terdapat tepung sagu duri dan sagu putih yang diproduksi kelompok masyarakat di bawah badan usaha milik kampung. Sementara minyak goreng merupakan minyak kelapa asli yang diproduksi BUMDes Kampung Waske.
BUMDes Bagasirwar Dua juga menampung produk ikan asin dari masyarakat pesisir, termasuk ikan tenggiri asin dari kawasan Pulau Diki dan Pulau Armu.
Selain produk pangan, mereka turut memperkenalkan terfo, salah satu kerajinan tangan khas masyarakat Sarmi yang biasa digunakan dalam tarian maupun penyambutan tamu atau pejabat.
“Kami juga mempromosikan produk kerajinan tangan mama-mama di tingkat kampung. Ini namanya terfo. Biasanya digunakan pada saat tarian, tetapi juga pada saat penyambutan pejabat negara yang hadir di tingkat desa ataupun kabupaten,” jelasnya.
Michael mengatakan rombongan telah berada di Kabupaten Jayapura sejak 24 Agustus dan mengikuti rangkaian pra-FDS hingga pelaksanaan FDS XV.
Ia bersyukur karena produk yang dibawa mendapat respons positif dari pengunjung dan memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok.
“Puji Tuhan karena produk-produk kami cukup terjual dengan sangat banyak. Pendapatan dari kelompok juga lumayan untuk kami mengikuti kegiatan pra-FDS sampai kegiatan hari ini,” katanya.
Menurutnya, kekuatan BUMDes tersebut juga terletak pada keterlibatan perempuan di tingkat kampung. Kelompok yang mereka bina memiliki struktur dan pembagian tugas, mulai dari produksi sagu, menenun, hingga mengolah produk makanan berbahan dasar sagu seperti cookies.
Dirinya berharap penyelenggaraan FDS ke depan dapat semakin terbuka bagi pelaku usaha dari berbagai daerah di Papua.
“Untuk penyelenggaraan ke depan, pengemasan acara mungkin bisa dilihat kembali sehingga melibatkan seluruh kabupaten dan kota yang ada di wilayah Provinsi Papua. Dengan begitu, semua produk bisa saling berkolaborasi dan kita juga bisa saling belajar dari teman-teman lain,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Jayapura yang telah memberikan ruang bagi kelompok dari Sarmi untuk ikut memasarkan produk lokal mereka.
“Kami sangat bersyukur karena pemerintah daerah memberikan ruang bagi kami untuk hadir bersama-sama di Kabupaten Jayapura dan mengikuti pra-FDS sampai dengan Festival Danau Sentani. Harapan kami tahun depan lebih meriah lagi dan kami bisa dilibatkan kembali,” pungkasnya. (Cornelia)































































































