TOLIKARA, HarianTerbaruPapua.com – Konferensi perdana Klasis Longgoboma, Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Wilayah Toli, resmi dibuka Rabu (7/10/2026). Forum gerejawi ini menjadi momentum penting bagi 13 jemaat untuk mengevaluasi pelayanan sekaligus menentukan arah kepemimpinan dan program kerja klasis untuk masa mendatang.
Ibadah pembukaan mengangkat tema “Ala Eeke Ti Aret Teker” yang dimaknai sebagai “Biarkan Tuhan yang Bekerja”, dengan dasar firman Tuhan dari Mazmur 33:16–20. Dipimipin langsung oleh sekretaris GIDI Wilayah Toli, Pdt. Aten Yikwa.
Adapun subtema konferensi ialah “Dengan Semangat Konferensi Ini, Kami Siap Bersaksi Sampai ke Ujung Bumi”, yang berlandaskan Kisah Para Rasul 1:8.

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pengurus Klasis Longgoboma tersebut dihadiri Bupati Tolikara Willem Wandik, Ketua DPRK Tolikara Meinus Y. Wenda, Kepala BKD Tolikara Johanes Towolom, Kabag Umum Tolikara., Para Pimpinan OKP., Ketua GIDI Wilayah Toli Pdt. Yeremias Wandik, beserta jajaran, tiga gembala daerah, simpatisan dari klasis tetangga, serta para pelayan dan jemaat dari 13 jemaat Klasis Longgoboma.
Pembukaan konferensi ditandai dengan penyematan kartu tanda peserta oleh Ketua GIDI Wilayah Toli, Pdt. Yeremias Wandik.
Ketua Panitia Konferensi Klasis Longgoboma, Meky Wandik dalam wawancaranya mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya pembukaan konferensi sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan panitia.
“Hari ini, Rabu, tanggal 7 Oktober 2026, saya selaku Ketua Panitia Konferensi Klasis Longgoboma yang pertama sangat bersyukur karena seluruh kesiapan dan kinerja panitia dapat mengantarkan pembukaan ini berjalan sesuai dengan harapan kami,” ujar Mely dalam wawancara seusai kegiatan.

Meky menegaskan, keberhasilan pelaksanaan konferensi bukan semata-mata hasil kemampuan panitia, tetapi tidak terlepas dari pertolongan Tuhan dan dukungan berbagai pihak.
“Ini bukan karena kemampuan kami, tetapi semuanya karena Tuhan. Karena itu, kami sebagai panitia sangat bersyukur tahapan pembukaan ini dapat berjalan sesuai dengan harapan kami,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tolikara dan Kepala Bapperida Tolikara serta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak-pihak lain yang telah memberikan dukungan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan konferensi.
“Kami tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tolikara, Willem Wandik bersama Kepala Bapperida Tolikara., Ibu Elisabeth Y Flasy dan seluruh pimpinan OPD, bahkan semua pihak yang telah mendukung kami selama kegiatan ini, diantaranya., Ketua DPRK Tolikara, Meinus Y Wenda, Dinas Sosial, Sekwan Tolikara, Kadis Dukcapil Papua Pegunungan,nBKD Tolikara, Kabid SD dan SMP dinas Pendidikan Tolikara dan Kabak Umum Tolikara, serta Kepala Dinas PUPR, DPMK, Kabag Keuangan Kabupaten Tolikara,” ucapnya.
Meki juga terus menyampaikan terima kasih kepada bantuan dari beberapa anggota DPRK Tolikara, diantaranya: Yutius Kogoya, Elindina Erelak., dan Alle Wandik., bahkan bantuan dari Pengurus GIDI Wilayah Toli, Pdt. Yeremias Wandik, Nahum Wandik, Kepala Distrik Lianoggoma, Puskesmas Numba dan Ketua-Ketua OKP DPD KNPI, DPC GAMKI serta KPA Kabupaten Tolikara.

Sementara itu, Ketua GIDI Wilayah Toli, Pdt. Yeremias Wandik menegaskan bahwa proses pencalonan dan pemilihan kepengurusan klasis harus dilaksanakan berdasarkan Alkitab serta aturan organisasi GIDI yang tertuang dalam AD/RTGD atau yang dikenal sebagai “Buku Merah”.
Menurut Yeremias, persyaratan dan ketentuan bagi calon ketua, wakil ketua, maupun unsur kepengurusan lainnya telah diatur dan harus menjadi pedoman seluruh peserta konferensi.
“Semua syarat-syarat yang mencalonkan diri sebagai calon ketua, wakil, dan seterusnya, itu semua sudah termuat di dalam Alkitab. Kita juga berpatokan kepada Alkitab dan Buku Merah atau yang disebut AD/ART,” tegas Yeremias.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga ketertiban selama proses pencalonan dan pemilihan berlangsung. Pimpinan gereja, kata dia, memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan terhadap pihak yang membuat keributan atau mengganggu jalannya konferensi.

“Apabila ketika pencalonan dan pemilihan berjalan di antara calon ada yang membuat hal-hal yang tidak diinginkan, saat itu juga kami sebagai pimpinan gereja mempunyai hak untuk memberhentikan hamba Tuhan yang membuat keributan. Bila perlu juga dipecat,” ujarnya.
Yeremias menyebut potensi keributan dalam proses pemilihan sebagai persoalan yang harus dicegah bersama karena dinilai telah berkembang di lingkungan pelayanan gereja.
“Itu salah satu virus yang sudah berkembang di GIDI Wilayah Toli dan juga di wilayah-wilayah lain yang ada di bawah payung Gereja Injili di Indonesia,” katanya.
Yeremias menjelaskan, konferensi perdana Klasis Longgoboma tidak hanya menjadi forum pemilihan pengurus baru, tetapi juga menjadi ruang untuk menyelesaikan agenda-agenda organisasi dan pelayanan yang telah dibahas sebelumnya.
“Pelaksanaan konferensi ini untuk menyelesaikan agenda-agenda yang sudah dibahas sebelumnya. Kemudian yang kedua, mencalonkan dan memilih para BPH klasis yang baru untuk masa bakti 2026 sampai 2030,” jelasnya.

Ia menegaskan, proses pemilihan harus menghasilkan pemimpin yang memiliki kemampuan, wawasan, dan komitmen untuk menjalankan roda organisasi serta pelayanan jemaat.
“Kami mengharapkan agar setiap calon yang dipilih mempunyai pengetahuan yang luas atau wawasan yang terbuka untuk melaksanakan klasis yang ia pimpin,” ujarnya.
Menurut Yeremias, kepengurusan yang terpilih juga dituntut mampu menjalankan program-program pelayanan secara nyata dan membawa kemajuan dalam kehidupan spiritual jemaat.
“Apabila pengurus klasis yang dipilih tidak melakukan program-program, kami sebagai pimpinan gereja mempunyai hak untuk memberhentikan dan menggantinya dengan orang lain yang mampu bekerja untuk memajukan bidang spiritualitas di masing-masing klasis,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Yeremias menyampaikan bahwa GIDI Wilayah Toli saat ini membawahi 17 klasis dan satu bakal klasis.
Ia mengatakan sejumlah klasis telah melaksanakan konferensi sesuai arahan pimpinan GIDI pusat. Sementara klasis yang belum melaksanakan konferensi akan diarahkan untuk segera menjalankan agenda tersebut sesuai ketentuan organisasi.

“Saya sebagai pimpinan GIDI Wilayah Toli yang membawahi 17 klasis dan satu bakal klasis mengingatkan kepada seluruh klasis yang ada di GIDI Wilayah Toli bahwa beberapa klasis sudah melakukan konferensi sesuai dengan arahan dari pimpinan pusat dan akan dilanjutkan oleh kami Badan Pengurus GIDI Wilayah Toli,” katanya.
Ia berharap seluruh klasis yang belum melaksanakan konferensi dapat menjalankannya sesuai aturan dan tidak menyimpang dari AD/RTGD.
“Kami berharap semua klasis yang belum melakukan konferensi dapat melaksanakannya dan tidak melanggar AD/RTGD. Tahun depan akan dilakukan semuanya sesuai dengan arahan dari GIDI Pusat, dan kami akan meneruskan arahan tersebut,” tambah Yeremias.
Konferensi perdana Klasis Longgoboma diharapkan tidak berhenti pada pergantian kepengurusan, tetapi menghasilkan program pelayanan yang mampu memperkuat kehidupan spiritual jemaat, memperluas kesaksian Injil, dan mendorong pertumbuhan pelayanan GIDI di wilayah tersebut.
Dengan tema “Biarkan Tuhan yang Bekerja” dan semangat “Siap Bersaksi Sampai ke Ujung Bumi”, konferensi ini menjadi momentum bagi Klasis Longgoboma untuk membangun kepemimpinan yang berlandaskan Alkitab, menaati aturan gereja, menjaga ketertiban, serta memiliki komitmen kuat terhadap pelayanan dan pertumbuhan spiritual jemaat. (Kosay J. Kogoya).
































































































