SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Masyarakat di sejumlah wilayah Papua perlu mewaspadai perubahan pola musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan di wilayah Papua berlangsung pada waktu yang berbeda, mulai Januari hingga Maret 2027.
Khusus wilayah Jayapura bagian utara hingga Sarmi bagian timur, awal musim hujan diperkirakan terjadi pada November dasarian pertama atau periode 1 hingga 10 November 2026. Waktu tersebut mundur satu dasarian dibandingkan periode biasanya.
Sementara itu, puncak musim hujan di wilayah Jayapura bagian utara hingga Sarmi bagian timur diprediksi berlangsung pada Maret 2027, atau mundur sekitar satu bulan dari periode sebelumnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sentani, Muhammad Isa Al Anshory, menjelaskan bahwa waktu awal dan puncak musim hujan di Papua tidak terjadi secara serentak, melainkan bervariasi di setiap wilayah.

Untuk Kota Jayapura, puncak musim hujan diperkirakan tetap berlangsung pada Februari 2027, sama seperti periode sebelumnya. Adapun secara umum, sejumlah wilayah Papua diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2027.
Di sisi lain, BMKG juga terus memantau perkembangan fenomena El Nino yang menurut penjelasan narasumber, diperkirakan berpotensi berlangsung hingga awal 2027.
Perbedaan waktu datangnya musim hujan tersebut menjadi informasi penting bagi masyarakat, terutama dalam mengantisipasi perubahan cuaca serta mempersiapkan aktivitas sehari-hari.
BMKG mengingatkan bahwa informasi prakiraan musim perlu menjadi perhatian bersama. Masyarakat diharapkan terus mengikuti pembaruan informasi cuaca dan iklim resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi dampak perubahan kondisi atmosfer di wilayah masing-masing. (Cornelia)





























































































