JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Setelah lebih dari delapan tahun menanti, masyarakat Kampung Moso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, akhirnya memiliki gereja yang didambakan. Kehadiran Gereja Kemah Injil Indonesia ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga diharapkan menjadi ruang kebersamaan dan pusat kegiatan sosial masyarakat.
Gereja tersebut dibangun secara swadaya oleh Satgaster Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III bersama Badan Intelijen Negara (BIN).
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengunjungi Kampung Moso menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Udara untuk meninjau sekaligus meresmikan dimulainya operasional gereja tersebut.
Bagi masyarakat di wilayah terpencil ini, berdirinya gereja menjadi jawaban atas penantian panjang. Selain untuk kegiatan rohani, gereja diharapkan menjadi tempat mempererat hubungan antarwarga serta membantu penyelesaian berbagai persoalan sosial, mulai dari masalah keluarga hingga konflik di tengah masyarakat.
Lucky Avianto menyebut pembangunan gereja tersebut sebagai salah satu bentuk nyata kehadiran negara di Tanah Papua, khususnya dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil.
Kunjungan Kogabwilhan III ke Kampung Moso juga diisi dengan kegiatan makan bersama bertajuk Makan Bersama Gembira yang melibatkan ratusan warga, terutama anak-anak.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengenalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan akan dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional.
Selain itu, layanan pengobatan massal gratis turut diberikan kepada masyarakat. Warga menyambut kegiatan tersebut dengan antusias sebagai kesempatan memperoleh pelayanan kesehatan.
Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil tidak hanya berkaitan dengan fasilitas ibadah, tetapi juga akses terhadap layanan kesehatan dan pemenuhan gizi.
Setelah penantian lebih dari delapan tahun, berdirinya gereja di Kampung Moso kini membawa harapan baru bagi masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas tersebut terus dimanfaatkan dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sosial warga. (Cornelia)





























































































