TOLIKARA, HarianTerbaruPapua.com – Ketua DPRK Tolikara, Meinus Y. Wenda menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan keagamaan yang dilaksanakan gereja di wilayah Kabupaten Tolikara.
Hal itu disampaikan Meinus saat menghadiri Konferensi Perdana Klasis Longgoboma, GIDI Wilayah Toli, di Longgoboma, Kabupaten Tolikara, Rabu (7/10/2026).
Meinus hadir bersama Bupati Tolikara Willem Wandik dalam pembukaan konferensi yang diikuti jemaat dari 13 jemaat Klasis Longgoboma serta jajaran pimpinan gereja.
Menurut Meinus, pelaksanaan konferensi berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Ia menyebut kelancaran kegiatan tersebut tidak terlepas dari pertolongan Tuhan.
“Kami menilai kegiatan di sini sudah berjalan dengan baik, aman, tertib, dan terkendali. Itu semua karena pertolongan Tuhan,” ujar Meinus dalam wawancara seusai kegiatan.
Meinus mengatakan, kehadiran pemerintah dalam kegiatan masyarakat tidak semata-mata dilihat sebagai kewajiban formal seorang pejabat. Menurutnya, seluruh masyarakat Tolikara merupakan bagian yang harus diperhatikan, baik oleh unsur birokrasi maupun legislatif.

“Kami sebagai pemerintah, baik birokrasi maupun legislatif, hadir bukan hanya di satu wilayah saja. Seluruh Tolikara ini adalah warga kami, rakyat kami. Jadi, sesuai dengan petunjuk Tuhan, kami akan turun,” katanya.
Ia menegaskan bahwa komitmen tersebut tidak hanya berlaku untuk kegiatan di Longgoboma. Pemerintah, kata dia, akan berupaya hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat di wilayah Tolikara sepanjang tidak berbenturan dengan tugas pemerintahan lainnya.
“Pasti kami akan turun. Bukan di sini saja. Kami sebagai pimpinan daerah, ketika ada kegiatan, sesuai dengan petunjuk Tuhan, kami akan hadir,” ujarnya.
Namun, Meinus menjelaskan bahwa kehadiran pimpinan daerah tetap menyesuaikan dengan agenda dan tanggung jawab pemerintahan. Karena itu, tidak semua undangan dapat dihadiri apabila terdapat tugas lain yang harus diselesaikan.
“Bukan berarti setiap ada undangan kami wajib turun. Kalau ada kesibukan atau tugas-tugas lain, tentu kami tidak bisa hadir walaupun ada undangan atau surat masuk. Hari ini kebetulan kami ada di sini,” jelasnya.
Meinus mengungkapkan, dirinya baru tiba di Karubaga sehari sebelum kegiatan. Meski demikian, ia tetap menghadiri pembukaan konferensi karena merasa terpanggil untuk hadir bersama jemaat dan masyarakat.

“Kemarin kami baru tiba di Karubaga. Jadi, ketika kegiatan ini berlangsung, saya masih ada di sini. Kami merasa dipanggil dan kami merasa sebagai anak Injil serta memiliki gereja ini. Di mana ada kegiatan, kami akan berupaya turun,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pada waktu yang sama terdapat agenda lain, yakni kegiatan Badan Pengurus Lokal (BPL) Sinode di Kangjime. Sejumlah pimpinan daerah harus mengikuti agenda tersebut sehingga pembagian tugas dilakukan sesuai kondisi.
“Bapak-Ibu hari ini juga ada rapat kegiatan BPL-BPL Sinode di Kangjime. Karena itu, ada yang pergi dan saya bersama Ketua Bagian Hukum dititipkan untuk bersama jemaat di Longgoboma. Di sini ada ketua wilayah, ketua panitia, dan kita semua tetap bersyukur,” katanya.
Menurut Meinus, selama memiliki kesempatan dan tidak berbenturan dengan tugas pemerintahan lainnya, dirinya akan terus berupaya hadir dalam kegiatan masyarakat di berbagai wilayah Tolikara.
“Selagi kami ada, pasti seluruh Tolikara ini, sesuai dengan petunjuk Tuhan, kami akan turun. Bukan hanya di satu tempat saja,” tegasnya.
Meinus juga menegaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan gereja tersebut bukan merupakan bagian dari agenda penggunaan anggaran pemerintah. Ia menyebut kehadiran tersebut sebagai bentuk kepedulian dan panggilan hati sebagai bagian dari masyarakat dan komunitas gereja.

“Ini di luar agenda pemerintahan. Kegiatan gereja ini tidak masuk dalam penggunaan anggaran pemerintah, tetapi sesuai dengan hati nurani. Seperti itulah yang kami jalankan,” pungkasnya.
Kehadiran Ketua DPRK Tolikara dalam Konferensi Perdana Klasis Longgoboma menunjukkan adanya ruang perjumpaan antara unsur pemerintah, gereja, dan masyarakat. Bagi Meinus, kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan menjadi salah satu ruang untuk menjaga komunikasi serta kebersamaan di tengah masyarakat Tolikara.
Di akhir sambutan yang, Ketua DPRK Tolikara juga memberikan dukungan berupa finansial sebanyak, Rp: 20 juta kepada panitia penyelenggara, guna mendukung terlaksananya Konferensi Ke-I Klasis Longgoboma.
Konferensi Perdana Klasis Longgoboma sendiri menjadi momentum penting bagi 13 jemaat untuk memperkuat pelayanan, membangun kebersamaan, serta menentukan arah kepengurusan dan program pelayanan gereja ke depan. (Kosay J. Kogoya)































































































