JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua mendorong penguatan budaya literasi di kalangan generasi muda melalui Festival Literasi Papua bertajuk TIFA: Tumbuhkan Inspirasi dalam Festival Literasi Papua.
Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Oktober 2026 di Aula Universitas Yapis Papua tersebut menjadi bagian dari komitmen BI Papua untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap literasi ekonomi, keuangan, dan digital.
Festival Literasi Papua 2026 dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, pada Selasa (6/10/2026). Pembukaan turut dihadiri Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Yapis Papua, Irianto, Wakil Rektor II Universitas Yapis Papua, Andung Yunianta, perwakilan Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Papua, Dinas Pendidikan Provinsi Papua, PT Gramedia Asri Jayapura, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Jayapura.
Warsono mengatakan, Festival Literasi Papua tidak hanya diarahkan untuk menumbuhkan minat baca, tetapi juga memperluas wawasan masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan.
Menurut dia, di tengah derasnya arus informasi saat ini, kemampuan masyarakat dalam memilah informasi yang benar, mengelola keuangan secara bijak, serta melakukan transaksi digital dengan aman menjadi bekal penting, terutama bagi generasi muda.
“Generasi muda Papua yang berliterasi adalah modal utama untuk membangun Papua yang maju dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Warsono.
Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Perencanaan Sistem Informasi, Sarana dan Prasarana, Keuangan, serta Sumber Daya Manusia Universitas Yapis Papua, Andung Yunianta, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BI Papua dalam menyelenggarakan Festival Literasi Papua.
Menurut Andung, kegiatan literasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda terhadap berbagai aspek kehidupan ekonomi.
“Kami meyakini bahwa kegiatan literasi ini akan memberikan dampak yang sangat signifikan, tidak hanya dalam hal peningkatan pemahaman keuangan, tetapi juga dalam berbagai bidang literasi lainnya yang disampaikan oleh para narasumber,” katanya.
Ia berharap manfaat kegiatan tersebut tidak berhenti di lingkungan mahasiswa Universitas Yapis Papua, tetapi dapat diteruskan dan dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Kota Jayapura.
Selama dua hari pelaksanaan, Festival Literasi Papua 2026 menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif. Rangkaian kegiatan tersebut antara lain bedah buku Anak Rantau bersama penulis Ahmad Fuadi, program Bank Indonesia Mengajar, serta Literacy Talks bersama Samuel Ray, content creator bidang keuangan dan karier, dan Tom Reumy, dosen sekaligus influencer.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh wawasan dan pengalaman mengenai pentingnya literasi, termasuk literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kegiatan utama, BI Papua juga menghadirkan sejumlah booth edukasi yang menampilkan layanan perpustakaan, edukasi sistem pembayaran, serta pengelolaan uang Rupiah.
Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa dapat mengenal lebih dekat koleksi dan layanan Perpustakaan Bank Indonesia, memahami ciri-ciri keaslian uang Rupiah, serta mempelajari perkembangan sistem pembayaran digital yang aman, mudah, dan efisien.
Peserta juga dapat memanfaatkan beragam bahan bacaan untuk memperluas pengetahuan dan wawasan.
Melalui semangat TIFA, BI Papua mengajak generasi muda Papua menjadikan aktivitas membaca sebagai kebiasaan, bukan sekadar kewajiban.
Festival Literasi Papua diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan secara konsisten untuk mendorong penguatan budaya literasi masyarakat Papua secara berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan Tanah Papua. (Rilis)































































































