JAKARTA, HarianTerbaruPapua.com – PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) mengawali tahun 2026 dengan kinerja keuangan yang solid. Perusahaan mencatat pertumbuhan dua digit pada sejumlah indikator utama pada kuartal pertama, mencerminkan keberhasilan strategi bisnis yang berfokus pada pelanggan dan berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI).
Pada periode tersebut, Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp15,2 triliun, meningkat 12 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Capaian ini sekaligus menjadi pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA tumbuh 13 persen YoY menjadi Rp7,2 triliun dengan margin yang tetap sehat. Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,5 triliun atau naik 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja ini memperlihatkan konsistensi Indosat dalam mengeksekusi strategi berbasis hyper-personalization dengan dukungan AI, efisiensi operasional, serta investasi berkelanjutan pada jaringan dan kapabilitas digital.
President Director dan CEO Indosat, Vikram Sinha, mengatakan capaian tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menghadirkan nilai nyata bagi pelanggan.
“Kinerja awal tahun yang solid ini menggambarkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi dan memberikan nilai yang nyata bagi pelanggan. Dengan AI hyper-personalization, Indosat dapat lebih relevan dalam setiap interaksi, tercermin dari pengalaman pelanggan yang semakin baik dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pertumbuhan kinerja Indosat turut ditopang oleh performa positif bisnis seluler. Average Revenue Per User (ARPU) gabungan meningkat 15 persen YoY menjadi Rp45.000, mencerminkan peningkatan kualitas pelanggan serta monetisasi layanan yang semakin optimal.
Selain itu, trafik data mengalami lonjakan sebesar 25,1 persen secara tahunan. Hal ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital dan konektivitas yang andal dalam kehidupan sehari-hari.
Strategi hyper-personalization berbasis AI menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan tersebut. Pendekatan ini memungkinkan Indosat memahami perilaku pelanggan secara lebih mendalam dan menghadirkan layanan yang relevan, mulai dari paket data fleksibel hingga ekosistem konten yang lebih beragam.
Untuk mendukung pertumbuhan, Indosat terus memperluas jaringan, termasuk pengembangan teknologi 5G guna menghadirkan pengalaman konektivitas yang lebih cepat dan stabil. Di sisi lain, perusahaan juga memperluas layanan internet rumah melalui produk HiFi Air sebagai respons terhadap kebutuhan konektivitas yang semakin luas.
Indosat juga memperkuat aspek keamanan digital melalui fitur berbasis AI seperti anti-spam dan anti-scam, guna melindungi pelanggan dari berbagai ancaman digital.
Selain fokus pada bisnis inti, Indosat turut memperkuat perannya dalam pengembangan ekosistem digital dan AI di Indonesia. Pada kuartal ini, perusahaan meluncurkan aplikasi Sahabat-AI, sebuah large language model (LLM) yang dikembangkan secara lokal untuk memahami konteks bahasa Indonesia.
Platform ini dirancang untuk mempermudah adopsi teknologi AI bagi masyarakat luas, baik individu maupun organisasi. Indosat juga memperkuat infrastruktur AI melalui platform NeoCloud yang menyediakan komputasi berkinerja tinggi untuk kebutuhan pengembangan AI.
Upaya ini diperkuat dengan pembentukan FiberCo, kemitraan strategis untuk memperluas jaringan fiber optik sebagai tulang punggung konektivitas nasional.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, Indosat juga mendorong inklusi digital melalui Program Desa Digital di wilayah Circle Kalisumapa. Program ini berfokus pada tiga pilar utama, yakni sekolah, keluarga, dan pasar.
Salah satu implementasinya dilakukan di Pasar Segiri, Samarinda, dengan menghadirkan konektivitas internet bagi pedagang untuk memperluas jangkauan pasar melalui platform digital.
Selain itu, Indosat juga memberikan pelatihan literasi digital agar pelaku usaha mikro dapat memanfaatkan media sosial, e-commerce, dan layanan keuangan digital secara optimal.
Program ini berkontribusi terhadap peningkatan adopsi digital di wilayah tersebut, yang tercermin dari pertumbuhan trafik data hingga 35 persen secara tahunan.
Ke depan, Indosat akan terus mempertahankan momentum pertumbuhan dengan meningkatkan keterlibatan pelanggan, memperluas jaringan, serta mendorong inovasi berbasis data dan AI.
Dengan fondasi bisnis yang kuat, perusahaan optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan serta mendukung pengembangan ekosistem digital Indonesia secara berkelanjutan. (Rilis)

































































































