JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari gejala awal penyakit ini, karena tanda-tandanya kerap dianggap sepele atau diabaikan.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Andi Setiawan, menjelaskan bahwa deteksi dini sangat penting untuk mencegah risiko penyakit jantung yang lebih serius. Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap beberapa gejala awal berikut ini:
- Nyeri Dada
Nyeri dada merupakan tanda paling umum dari masalah jantung, terutama jika disertai dengan sensasi tertekan, tertimpa beban berat, atau rasa panas di dada.
“Nyeri dada biasanya muncul saat aktivitas fisik atau saat stres, lalu hilang ketika istirahat. Ini bisa menjadi gejala angina atau serangan jantung,” ujar dr. Andi.
- Sesak Napas
Kesulitan bernapas tanpa sebab yang jelas, terutama saat beraktivitas ringan, bisa menjadi tanda gangguan jantung.
“Jika seseorang merasa napas pendek, mudah lelah, atau dada terasa sesak saat berjalan, itu patut dicurigai sebagai gejala awal gagal jantung,” katanya.
- Mudah Lelah Berlebihan
Merasa lelah atau lemas secara berlebihan meskipun tidak melakukan aktivitas berat, juga bisa menjadi tanda awal penyakit jantung.
“Biasanya, tubuh akan memberi sinyal kelelahan yang tidak wajar karena jantung tidak memompa darah secara optimal,” jelasnya.
- Jantung Berdebar atau Irama Jantung Tidak Teratur
Detak jantung yang tidak beraturan, terlalu cepat, atau terlalu lambat bisa menandakan adanya gangguan irama jantung (aritmia).
“Jika Anda sering mengalami jantung berdebar tanpa sebab, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter,” imbau dr. Andi.
- Pembengkakan pada Kaki dan Perut
Jantung yang tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, terutama di bagian kaki, pergelangan kaki, dan perut.
“Bengkak ini sering diabaikan karena dianggap akibat terlalu lama berdiri atau faktor lain. Padahal bisa menjadi tanda awal gagal jantung,” tambahnya.
Pentingnya Deteksi Dini
Andi menegaskan, semakin cepat penyakit jantung terdeteksi, peluang untuk mencegah komplikasi akan lebih besar.
“Jangan abaikan gejala-gejala tersebut. Segera konsultasi ke dokter jika mengalami salah satu tanda itu, terutama jika Anda memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung,” tegasnya.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk rutin menjalani pemeriksaan kesehatan, menerapkan pola makan sehat, rajin berolahraga, serta menghindari rokok dan alkohol sebagai langkah pencegahan utama.
“Jantung sehat, hidup pun lebih berkualitas,” tutup dr. Andi. (Redaksi)
































































































