MIMIKA, HarianTerbaruPapua.com — Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit (RS) Mitra Masyarakat di Timika, Papua, Kamis (05/6/2025), guna memastikan pelayanan terhadap peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.
Dalam kunjungan tersebut, Ghufron menegaskan pentingnya kesetaraan layanan bagi seluruh pasien, baik peserta JKN maupun pasien umum.
“Rumah sakit perlu memastikan seluruh pasien mendapat pelayanan yang optimal. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan, apalagi diskriminasi, antara pasien umum dan peserta JKN,” tegasnya.
Dirut BPJS Kesehatan meninjau sejumlah titik layanan di rumah sakit, seperti loket BPJS Kesehatan, poli spesialis mata, ruang rawat inap, dan berbagai unit layanan khusus. Ia juga berdialog langsung dengan tenaga medis serta staf rumah sakit untuk mendapatkan gambaran utuh terkait pelaksanaan layanan di lapangan.
“Kami melakukan evaluasi terhadap kondisi fasilitas sekaligus berdialog dengan para tenaga medis. Masukan dari mereka sangat penting untuk menyusun solusi konkret demi peningkatan kualitas layanan,” ujar Ghufron.
Dalam kesempatan tersebut, Ghufron juga berbicara langsung dengan salah satu peserta JKN yang tengah dirawat, Welhilmus Sabo. Pasien tersebut menyatakan kepuasannya atas pelayanan yang diterima selama empat hari menjalani perawatan. “Pelayanannya sangat baik. Tenaga medis cepat tanggap, ramah, dan saya tidak dikenakan biaya tambahan sedikit pun,” ungkapnya.
Direktur RS Mitra Masyarakat, Joni Ribo Tandisau, menyambut baik kunjungan BPJS Kesehatan dan menyampaikan komitmen pihak rumah sakit dalam mendukung penuh pelaksanaan Program JKN. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.
“Kami telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS), termasuk penggunaan Rekam Medis Elektronik dan sistem antrean online. Ini bagian dari komitmen kami memberikan layanan yang lebih efisien dan transparan,” jelas Joni.
Lebih lanjut, Joni mengungkapkan bahwa rumah sakit juga telah mengadopsi teknologi Face Recognition Integrated System Hospital (FRISTA) yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan. Teknologi ini memungkinkan peserta JKN melakukan verifikasi identitas hanya melalui pemindaian wajah, mempercepat proses validasi secara akurat.
“Kami telah menggunakan sistem biometrik berbasis sidik jari dan pemindaian wajah. Dengan begitu, verifikasi peserta menjadi lebih praktis dan cepat,” tambahnya.
Selain mempercepat proses administratif, RS Mitra Masyarakat juga menerapkan pendekatan berbasis protokol medis dan teknologi terkini dalam diagnosis serta pengobatan. Rumah sakit tersebut berkomitmen memberikan layanan yang adil dan tidak diskriminatif kepada seluruh pasien, tanpa memandang status sosial maupun ekonomi.
“Kami berupaya agar setiap pasien mendapatkan layanan terbaik. Jika masih ditemukan hal-hal yang belum sesuai standar, kami siap melakukan evaluasi dan perbaikan segera,” tutup Joni. (Redaksi)

































































































