JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua bersiap menggelar Festival Kopi Papua (Feskop) 2025, sebuah ajang tahunan yang tahun ini memasuki edisi ke-8. Gelaran tersebut akan berlangsung mulai akhir Agustus hingga September 2025 dengan serangkaian agenda di dalam dan luar negeri, termasuk promosi kopi Papua di Tokyo, Jepang.
Kepala Perwakilan BI Papua, Faturachman, dalam kegiatan Bincang-Bincang Media bersama Insan Pers di Kota Jayapura, Selasa (19/8/2025), menjelaskan bahwa Feskop menjadi platform terintegrasi hulu-hilir untuk mendorong pengembangan industri kopi Papua agar mampu bersaing di pasar global.
“Strategi pengembangan kopi end-to-end kami rancang agar kopi Papua bisa menembus pasar internasional, dengan dukungan riset, penerapan Good Agricultural Practices, peningkatan kualitas SDM, market intelligence yang kuat, serta akses pembiayaan,” ujar Faturachman.
Feskop 2025 yang mengusung tema “Dari Gunung, Lembah, Pantai, hingga Pasar Global” memiliki tiga tujuan utama:
- Meningkatkan brand awareness kopi Papua di level nasional dan internasional.
- Memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kompetensi UMKM serta kualitas produk kopi Papua.
- Mengakselerasi ekonomi dan keuangan digital, khususnya melalui penggunaan QRIS selama rangkaian kegiatan.

Rangkaian kegiatan Feskop 2025 terbagi dalam beberapa agenda, di antaranya:
- Mini Feskop: 24 Agustus 2025 di In View 24 Dok 2, Kota Jayapura.
- Papua Coffee Week: 24 Agustus – 1 September 2025 di Kopi Kalyan Tokyo, Jepang, dengan konsep in-store promotion kopi Papua dan implementasi QRIS Cross Border IDR–JPY.
- Sewindu Feskop “Tempo Doeloe”: awal September 2025 di halaman Kantor BI Papua.
- Puncak Feskop 2025: 20–22 September 2025 di ex-Terminal PTC Entrop, Jayapura, dengan kegiatan showcasing, business matching, kompetisi kopi, talkshow, workshop, hingga festival musik.
Faturachman juga menambahkan bahwa Feskop juga menjadi ajang penguatan UMKM.
“Tahun ini lebih dari 45 UMKM kopi, kuliner, dan kriya akan ambil bagian. Business matching dengan agregator kopi, lembaga keuangan, hingga Securities Crowd Funding (SCF) akan membuka akses pasar dan pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha,” jelasnya.
Feskop 2025 menargetkan:
- Nilai penjualan expo Rp1,2 miliar.
- Business matching internasional dengan buyer dari Arab Saudi, Tiongkok, dan Amerika Serikat.
- Jumlah pengunjung 33.000 orang.
- Transaksi QRIS 12.000 transaksi dengan total nominal Rp800 juta.
Sebagai perbandingan, capaian Feskop 2024 mencatat nilai penjualan expo Rp1,03 miliar, transaksi business matching Rp1,58 miliar, dan kunjungan lebih dari 31 ribu orang.
Sejak pertama kali digelar pada 2018, Feskop konsisten menghadirkan inovasi. Pada 2022 dimulai dengan showcasing UMKM dan kompetisi kopi, lalu berlanjut ke 2023 dengan keterlibatan di Japan Food Expo. Tahun 2024, kopi Papua berhasil tampil di World of Coffee Copenhagen dan tahun ini kembali berlanjut ke World of Coffee Jakarta 2025 serta Papua Coffee Week di Tokyo.
Kepala Tim Implementasi KEKDA BI Papua, Sasongko Agung Nugroho, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan menjadi momentum mendorong kemandirian ekonomi daerah.
“Kopi Papua adalah komoditas unggulan yang tak hanya memiliki cita rasa khas, tapi juga nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik. Feskop adalah sarana nyata untuk menghubungkan petani, UMKM, hingga buyer internasional,” ujarnya.
Festival Kopi Papua 2025 diproyeksikan menjadi ajang bergengsi yang tidak hanya memperkenalkan cita rasa kopi Papua, tetapi juga memperkuat peran UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan strategi hulu-hilir, target pasar global, serta dukungan digitalisasi melalui QRIS, BI Papua berharap kopi Papua semakin dikenal dunia sebagai komoditas unggulan dari timur Indonesia.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)































































































