JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Jayapura mengamankan 37 unit sepeda motor pasca kericuhan yang terjadi di kawasan Stadion Lukas Enembe. Dari jumlah tersebut, baru 18 pemilik yang melapor secara resmi ke polisi, sementara 18 kendaraan lainnya hingga kini belum diketahui pemiliknya.
Kasat Reskrim Polres Jayapura, Markus Axel Panggabean, mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan agar segera datang ke Polres Jayapura dengan membawa dokumen kepemilikan seperti STNK maupun BPKB.
“Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan agar segera melapor dan membawa bukti kepemilikan kendaraan,” ujar AKP Markus saat diwawancarai, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat, khususnya warga yang hanya memiliki satu kendaraan sebagai sarana utama untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain mengamankan puluhan kendaraan, polisi juga terus mengembangkan penyelidikan terkait kericuhan yang terjadi di kawasan stadion tersebut. Hingga saat ini, Polres Jayapura telah menetapkan 15 orang sebagai tersangka.

“Data awal ada 17 orang, namun satu dilakukan diversi karena masih anak di bawah umur, kemudian satu lagi dilakukan restorative justice karena pelaku dan korban sepakat damai,” jelas Markus.
Seluruh tersangka yang telah ditetapkan saat ini sudah ditahan. Mereka diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana, mulai dari pembakaran mobil, pelemparan terhadap fasilitas stadion, hingga aksi pelemparan kepada petugas keamanan yang berjaga saat kericuhan berlangsung.
Tak hanya itu, polisi juga masih mendalami dugaan pengibaran bendera Bintang Kejora saat insiden terjadi. Dari hasil profiling sementara, aparat baru mengidentifikasi satu orang yang diduga terlibat dan akan segera menerbitkan daftar pencarian orang (DPO).
“Dari data profiling yang kami dapatkan sementara hanya satu orang dan nanti akan diterbitkan DPO,” katanya.
AKP Markus mengakui proses penyelidikan masih menghadapi sejumlah kendala. Menurutnya, kelompok yang diduga terlibat dalam kericuhan memiliki pola pergerakan yang terstruktur sehingga menyulitkan pengembangan kasus.
Meski demikian, pihak kepolisian memastikan penyelidikan akan terus berjalan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diungkap.
“Pokoknya kami berkomitmen sesuai arahan pimpinan untuk mengusut tuntas kasus ini,” pungkasnya. (Cornelia)




































































































