JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Bank Indonesia (BI) Papua terus mengintensifkan literasi digital dan inklusi keuangan melalui rangkaian kegiatan Festival Kopi Papua (Feskop) 2025, Pekan QRIS Nasional (PQN), dan QRIS Jelajah Budaya Indonesia. Hal itu disampaikan dalam Bincang-Bincang Media yang digelar di salah satu kafe di Kota Jayapura, Selasa (19/8/2025).
Kepala Tim Implementasi Kebijakan dan Pengawasan SP PUR BI Papua, Rama Kharismawan Purnama P., mengungkapkan bahwa penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Papua terus mengalami peningkatan signifikan.
“Hingga Juni 2025, jumlah merchant sudah mencapai 249.456 dengan volume transaksi 21.672.591, serta pengguna aktif 21.060. Angka ini menunjukkan adopsi QRIS makin tinggi, terutama di kota-kota besar seperti Jayapura, Merauke, dan Timika,” jelas Rama.
Rama menambahkan, BI Papua gencar melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas keagamaan, TNI-Polri, ASN, perbankan hingga pelaku UMKM. Bentuk dukungan itu diwujudkan melalui lomba merchant di Merauke, hingga kompetisi penggunaan QRIS dengan hadiah khusus.
Selain itu, BI juga menggandeng penyedia jasa pembayaran (PJP) dari perbankan maupun nonbank untuk mengakuisisi lebih banyak masyarakat agar familiar dengan QRIS. “Saat ini kami juga menyiapkan uji coba QRIS Tap bersama PJP yang sudah siap mengimplementasikan teknologi tersebut di kalangan UMKM,” ungkapnya.
Pekan QRIS Nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia pada 11–17 Agustus 2025, turut diramaikan dengan berbagai program di Papua. Di antaranya promo diskon 50% tiket bioskop dan buy 1 get 1 kopi yang terbukti menarik minat masyarakat.
“Sebanyak 700 tiket bioskop terjual menggunakan QRIS dan 2.900 cangkir kopi dibeli lewat transaksi QRIS,” kata Rama.
Selain promo, BI Papua juga melakukan edukasi digital melalui konten kreator seperti Tante Jahe dan Putri Indonesia, yang berhasil menjaring ribuan views di media sosial.
Deputi Kepala Perwakilan BI Papua, David Sipahutar, menjelaskan Merauke menjadi pusat kegiatan PQN. Agenda besar seperti High Level Meeting (HLM) TP2DD, senam bersama, fun run, hingga Pasar Malam PQN di Monumen Kapsul Waktu diselenggarakan bersama Pemkab Merauke.
“Lewat kegiatan ini, kami ingin mendorong literasi digital, memperluas penggunaan kanal pembayaran digital, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan cinta, bangga, dan paham rupiah,” terang David.
Selain itu, BI Papua juga melakukan courtesy call dengan Gubernur Papua Selatan untuk memperkuat komitmen digitalisasi pembayaran di tingkat provinsi.
Rama juga menyoroti program QRIS Jelajah Budaya Indonesia 2025 yang akan digelar di Biak pada 21–24 Agustus 2025. Program ini dikemas dalam bentuk kompetisi mirip gameshow yang diikuti influencer, Putri Indonesia, duta wisata, hingga komunitas lokal.
“Ada tujuh tim yang lolos seleksi dan akan berlomba di enam titik wisata Biak, mulai dari Pantai Anggopi, Pasar Bosnik, hingga Jembatan Mangrove Ruar. Kompetisi ini tidak hanya menampilkan budaya dan wisata lokal, tetapi juga mengajak masyarakat lebih akrab dengan QRIS,” ungkap Rama.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, BI Papua berharap masyarakat semakin terbiasa dengan transaksi digital, mendukung UMKM, sekaligus mempromosikan budaya Papua ke tingkat nasional dan internasional.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)































































































