MERAUKE, HarianTerbaruPapua.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) tengah melakukan langkah percepatan pemulihan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi-Maluku-Papua Cable System #2 (SMPCS#2) ruas Sorong-Merauke, setelah dilaporkan mengalami gangguan pada 16 Agustus 2025.
Gangguan berupa double shunt fault terjadi di dua titik, Sorong dan Merauke, dengan kedalaman 50 hingga 500 meter. EVP Telkom Regional V, Amin Soebagyo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat.
“Sekali lagi kami mohon maaf atas adanya gangguan SKKL SMPCS ruas Sorong-Merauke. Gangguan terjadi karena faktor non-teknis atau kondisi alam yang berada di luar kendali kami,” ujar Amin, Senin (18/8/2025).
Telkom saat ini melaksanakan proses perbaikan kabel laut dalam dua tahap di titik koordinat terdampak. Tahapan itu meliputi analisis kondisi kabel, pemuatan kabel baru, penarikan kabel lama, pengetesan, hingga penyambungan kembali.
Menurut Amin, kapal khusus untuk perbaikan tengah dalam perjalanan menuju lokasi gangguan. Telkom menargetkan pemulihan tahap awal (temporary recovery) dapat rampung selambat-lambatnya pada awal September 2025.
“Recovery dilakukan dalam dua tahap, yaitu temporary recovery dan permanent recovery. Temporary recovery merupakan upaya percepatan agar layanan komunikasi masyarakat dapat segera kembali normal, sementara permanent recovery ditujukan untuk memastikan layanan lebih andal dan terjaga kualitasnya,” jelasnya.
Proses loading kabel telah selesai dilakukan. Telkom juga memutuskan mengalihkan prioritas kapal serta material yang semula dialokasikan ke lokasi lain untuk difokuskan pada ruas Sorong-Merauke, mengingat urgensi kebutuhan komunikasi di wilayah tersebut.
Sebelum permanenisasi sambungan, Telkom akan menguji sistem jaringan dengan mengalirkan trafik penuh. Langkah ini diperlukan untuk memastikan kualitas jaringan optimal serta mendeteksi potensi shunt fault di titik lainnya.
Amin menambahkan, selama proses perbaikan, seluruh jalur backup komunikasi tetap dioperasikan. Menindaklanjuti masukan pemerintah daerah dan masyarakat, Telkom juga menambah layanan backbone dari satelit agar akses internet lebih stabil.
“Dengan langkah-langkah ini, kami memastikan percepatan penanganan dapat dilakukan secara maksimal. Kami berharap masyarakat tetap memberikan doa dan dukungan agar seluruh proses perbaikan berjalan lancar, sehingga layanan komunikasi dapat segera kembali normal dan stabil,” pungkas Amin.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)

































































































