JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Pasar sepeda motor di Tanah Papua menunjukkan tren pertumbuhan positif memasuki kuartal ketiga 2025. Marketing Manager Astra Motor Papua, Elang Samodra, mengatakan penjualan Honda mulai pulih setelah menghadapi tantangan pada semester pertama.
“Semester pertama tahun ini cukup menantang karena adanya koreksi anggaran dibanding tahun lalu. Namun, memasuki Juli hingga September, penjualan kami terus bertumbuh,” ujar Elang saat diwawancarai, Sabtu (20/9/2025).
Ia menjelaskan, pada kuartal ketiga, pencapaian penjualan sudah melampaui 95% dari target.
“Harapannya tren positif ini terus berlanjut hingga akhir tahun, seiring membaiknya kondisi ekonomi daerah,” tambahnya.
Elang menyebutkan bahwa Honda Beat Series masih menjadi model paling diminati masyarakat Papua. “Beat Street dan Beat Sporty menyumbang sekitar 44% penjualan kami. Bahkan jika dilihat secara total, kontribusi Beat di Tanah Papua bisa mencapai 55-56%,” jelasnya.
Posisi kedua ditempati Honda Scoopy dengan desain bergaya fashion dan ikonik. “Scoopy banyak dipilih generasi muda, khususnya Gen Z. Untuk Gen X dan Gen Y, Beat masih jadi pilihan utama, tetapi Scoopy juga stabil di posisi tiga atau empat,” ungkap Elang.
Menurutnya, tren ini menggambarkan pergeseran preferensi pasar yang didominasi motor matic. “Sekitar 93% penjualan kami adalah motor matic. Masyarakat lebih memilih yang simpel dan praktis,” ujarnya.
Untuk mendorong penjualan, Astra Motor Papua menghadirkan sejumlah promo menarik. Scoopy ditawarkan dengan potongan angsuran hingga dua kali cicilan dan diskon hingga Rp25.000 per angsuran tenor 24 bulan. Sedangkan PCX 160 diberikan potongan harga hingga Rp3,9 juta.
Elang juga menyoroti teknologi eSP+ dan Honda Roadsync pada motor matic Honda. “eSP+ membuat motor lebih hemat bahan bakar tapi tetap bertenaga, sedangkan Roadsync memungkinkan pengendara memantau kondisi motor dan menggunakan navigasi tanpa harus memegang ponsel,” jelasnya.
Salah satu konsumen di Jayapura, Maria Yohana (28), mengaku memilih Beat Sporty karena irit bahan bakar dan mudah digunakan.
“Saya tinggal di daerah perbukitan, jadi butuh motor yang tangguh dan hemat. Beat itu ringan dan lincah, cocok untuk jalan-jalan Papua yang menanjak,” katanya.
Sementara itu, Alvin Wonda (23), seorang mahasiswa di Abepura, memilih Scoopy untuk menunjang aktivitas kampus.
“Scoopy itu gayanya pas buat anak muda. Teman-teman di kampus juga banyak yang pakai karena tampilannya unik dan teknologinya canggih. Rasanya beda kalau naik Scoopy,” ujarnya.
Elang menegaskan Beat tetap menjadi pilihan lintas generasi. “Beat bukan hanya untuk pemula. Gen Z, Gen Y, dan Gen X semua memilih Beat karena lincah, hemat bahan bakar, dan nilai jual kembalinya tinggi,” katanya.
Namun, Scoopy berhasil memikat hati anak muda. “Untuk Gen Z, Scoopy justru menjadi pilihan nomor satu karena tampilannya lucu dan modis. Tren ini menunjukkan karakter Gen Z yang mencari kendaraan dengan gaya unik,” tambahnya.
Astra Motor Papua optimistis menghadapi kuartal keempat 2025. “Kami berharap perekonomian terus membaik dan tren penjualan semakin positif. Kami juga akan memperkenalkan model baru seperti ADV terbaru bulan depan untuk memberikan pilihan segar bagi konsumen,” tutup Elang.
(DM – Harian Terbaru Papua)































































































