JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Festival Kopi Papua ke-8 resmi dibuka Penjabat Gubernur Papua, Agus Fatoni, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, Faturachman, dan unsur Forkopimda. Pembukaan berlangsung di eks Terminal PTC Entrop, Kota Jayapura, Sabtu (20/9/2025), ditandai dengan penyiraman simbolis tanaman kopi. Gelaran tahunan yang berlangsung hingga 22 September 2025 ini menjadi bukti konsistensi dukungan terhadap pengembangan kopi Papua dan UMKM lokal.
Dengan tema “Dari Gunung, Lembah, Pantai, Hingga Pasar Global”, BI Papua menegaskan bahwa kopi telah menjadi komoditas pemersatu masyarakat Papua sekaligus komoditas ekspor potensial. Tema ini juga merefleksikan perjalanan kopi Papua dari daerah pegunungan hingga merambah pasar internasional.

Kepala Perwakilan BI Papua, Faturachman, menjelaskan bahwa festival tahun ini melibatkan 62 UMKM, terdiri atas kedai kopi, pelaku usaha makanan dan minuman, serta tujuh petani kopi dari Papua Pegunungan.
“Tahun ini kami lebih fokus pada showcasing UMKM dan menghadirkan petani langsung. Tidak hanya kopi, UMKM food and beverage juga ikut tampil,” ujarnya.
Selain memamerkan kopi-kopi unggulan, festival ini juga mengandalkan QRIS sebagai metode pembayaran utama.
“Target kami, volume transaksi meningkat dibanding tahun lalu. Tenant-tenant juga akan menggunakan QRIS Tap, dan ada business matching untuk membuka peluang pembiayaan. Ini sejalan dengan integrasi penggunaan QRIS di Papua, termasuk rumah ibadah dan transportasi online,” tambah Faturachman.
Faturachman menyebut, yang membedakan festival kali ini adalah kegiatan pra-event berskala internasional, Papua Coffee Week 2025 di Tokyo, Jepang, di mana delapan varian kopi Papua, tujuh Arabika dan satu Robusta diperkenalkan ke pasar global.
“Harapan kami, penetrasi kopi Papua ke dunia internasional semakin luas, menghasilkan devisa, dan memberi manfaat langsung kepada petani kopi di pegunungan, lembah, maupun pesisir,” katanya.

Penjabat Gubernur Papua, Agus Fatoni, mengapresiasi keberlanjutan festival kopi yang digagas BI sejak 2018.
“Papua luar biasa, konsisten menggelar festival kopi setiap tahun. Ini bukan hanya memperkenalkan kopi Papua di tingkat lokal dan nasional, tapi juga mancanegara. Kopi Papua kini diminati dan diperhitungkan secara internasional,” tuturnya.
Fatoni menambahkan, keberhasilan festival ini menunjukkan kuatnya sinergi antarinstansi.
“Melalui tema dari gunung, lembah, pantai hingga pasar global, kita buktikan bahwa kerja sama petani kopi, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dapat membawa kopi Papua semakin dikenal dan memberi kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.

Festival Kopi Papua ke-8 menampilkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran UMKM, kompetisi barista, promo QRIS, hingga pertunjukan musik. Gelaran ini diharapkan tidak hanya memperkuat branding kopi Papua, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
“Mari kita cintai dan nikmati Kopi Papua. Kopi adalah kebanggaan kita dan aset ekonomi yang harus kita jaga,” kata Fatoni.
Dengan keberlanjutan penyelenggaraan festival, Bank Indonesia berharap kopi dan sektor unggulan lainnya dapat menjadi pilar pertumbuhan ekonomi baru di Tanah Papua, sekaligus memperkuat posisi Papua di peta kopi dunia.
(DM – Harian Terbaru Papua)































































































