JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Suasana eks Terminal PTC Entrop, Kota Jayapura, Senin (22/9/2025), dipenuhi semangat kebanggaan saat Closing Ceremony Puncak Acara Festival Kopi Papua (Feskop) ke-8 resmi ditutup. Selama tiga hari penyelenggaraan, festival tahunan ini berhasil memikat ribuan pengunjung dan mengukuhkan posisi kopi Papua sebagai komoditas unggulan yang diminati pasar nasional maupun global.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan Feskop 2025.
“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Papua, Papua Pegunungan, perbankan, lembaga mitra, dunia usaha, media massa, komunitas pegiat kopi, UMKM, dan masyarakat Jayapura yang telah bersinergi dalam festival ini,” ujarnya.
Festival tahun ini mengusung tema “Dari Gunung, Lembah, Pantai, hingga Pasar Global”. Menurut Faturachman, tema tersebut merefleksikan peran kopi sebagai komoditas pemersatu masyarakat Papua dari berbagai wilayah dan budaya. Sejak pra-event hingga puncak acara 20-22 September, rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan meriah.
Data Bank Indonesia mencatat lebih dari 38 ribu pengunjung memadati area festival. Berbagai agenda, mulai dari Feskop Expo, Feskop Competition, Feskop EduTalk melalui workshop pengembangan kopi, hingga showcasing UMKM dan Farmer Island, menghadirkan pengalaman interaktif bagi pecinta kopi, pelajar, dan pelaku usaha.
Total omzet transaksi sepanjang festival mencapai Rp1,1 miliar. Selain itu, melalui sesi business matching antara UMKM dan perbankan, tercatat Letter of Intent (LoI) senilai Rp11,85 miliar.
“Tingginya capaian ini menunjukkan potensi besar UMKM Papua untuk naik kelas dan memperkuat kontribusi terhadap perekonomian daerah,” kata Faturachman.
Sementara itu, penggunaan QRIS pada festival kali ini juga mencatat pencapaian signifikan. Terdapat hampir 13 ribu transaksi QRIS dengan nilai Rp726 juta, di mana 64 persen di antaranya menggunakan metode scan QRIS. Bank Indonesia menilai tren ini sebagai langkah nyata menuju ekosistem pembayaran digital yang lebih inklusif.
Penjabat Sekda Provinsi Papua, Suzana Wanggai, mewakili pemerintah provinsi, menyampaikan rasa bangga atas kesuksesan penyelenggaraan Feskop 2025.
“Festival ini telah menunjukkan bahwa Kopi Papua mampu berbicara di panggung nasional dan internasional. Kesuksesan closing ceremony tahun ini mencerminkan semakin kuatnya kesadaran kolektif bahwa Kopi Papua adalah aset strategis daerah yang patut dikembangkan secara serius,” ungkap Suzana.
Penutupan Feskop 2025 bukan sekadar akhir acara, tetapi awal dari langkah lebih besar untuk mendorong kopi Papua menuju pasar dunia. Faturachman menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus mendukung pengembangan perekonomian tanah Papua melalui inovasi dan kolaborasi berkelanjutan.
“Festival Kopi akan terus menjadi langkah dalam menggerakkan ekonomi Papua secara inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan dukungan kuat dari berbagai pihak dan capaian positif tahun ini, Festival Kopi Papua ke-8 meninggalkan pesan penting: kopi Papua bukan hanya minuman, tetapi simbol kebanggaan, persatuan, dan potensi ekonomi yang siap bersaing di pasar global.
(DM – Harian Terbaru Papua)































































































