TOLIKARA, HarianTerbaruPapua.com – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Tolikara menyoroti maraknya penggunaan media sosial yang dinilai tidak beretika dan berpotensi memecah belah masyarakat, khususnya dalam menyikapi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tolikara yang baru terpilih.
Ketua GAMKI Tolikara, Yaas Kogoya, menyampaikan bahwa pihaknya mengamati adanya sejumlah akun Facebook yang diduga palsu dan kerap melontarkan serangan terhadap Bupati Tolikara, , dalam beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, akun-akun tersebut antara lain menggunakan nama Armin Labene, Wendanak Wandik, dan Budiur Yikwa. Ia menilai konten yang disebarkan cenderung menyerang pribadi serta menjatuhkan reputasi kepala daerah dan wakil kepala daerah.
“Kami melihat ada indikasi akun-akun palsu yang terus menyerang bupati dan wakil bupati dengan motif yang tidak sehat. Hal ini tentu berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat,” ujar Yaas, Selasa (17/2/2026).

GAMKI Tolikara, lanjutnya, mendesak aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terkait dugaan pencemaran nama baik maupun penyebaran informasi yang tidak benar.
Sebagai organisasi kepemudaan (OKP), GAMKI juga mengimbau kalangan intelektual Tolikara dari 46 distrik, baik yang masih menempuh pendidikan maupun yang telah menyelesaikan studi, agar bijak dan beretika dalam menggunakan media sosial.
“Kami mengajak para intelektual dan generasi muda Tolikara untuk belajar beretika dalam bermedia sosial. Jangan mudah terprovokasi atau justru menjadi bagian dari penyebaran informasi yang dapat memperkeruh situasi,” tegasnya.
Yaas menambahkan, bupati dan wakil bupati Tolikara saat ini masih berada pada tahap awal masa kepemimpinan dan belum sepenuhnya menjalankan seluruh program sesuai visi dan misi yang telah disampaikan saat kampanye. Karena itu, ia meminta masyarakat memberikan ruang dan waktu bagi pemerintah daerah untuk bekerja.

Menurutnya, seorang pemimpin bukan sekadar memegang jabatan, melainkan memiliki tanggung jawab untuk memimpin, mempengaruhi, memotivasi, dan mengarahkan masyarakat menuju tujuan bersama sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan.
“Pemimpin adalah individu yang diberi amanah untuk mengarahkan masyarakat. Karena itu, mari kita jaga etika, persatuan, dan stabilitas daerah demi kemajuan Tolikara ke depan,” ujarnya.
GAMKI Tolikara berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh intelektual dan pengguna media sosial, dapat berperan aktif menjaga kondusivitas daerah serta mengedepankan kritik yang membangun, santun, dan berdasarkan fakta. (Redaksi)































































































