JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat seluruh provinsi di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua mengalami inflasi pada April 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono mengatakan, namun, inflasi bulanan dinilai masih terjaga seiring normalisasi permintaan masyarakat pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri.
“Peningkatan inflasi terutama dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar avtur dan BBM non-subsidi, serta belum masuknya masa panen raya lokal untuk sejumlah komoditas hortikultura,” jelasnya, Kamis (14/5/2026).
Di Provinsi Papua, inflasi bulanan tercatat sebesar 0,98 persen (month to month/mtm), inflasi tahun berjalan sebesar 1,39 persen (year to date/ytd), dan inflasi tahunan sebesar 3,80 persen (year on year).
Inflasi di Papua didorong oleh kenaikan harga ikan tuna, angkutan udara, dan tomat dengan andil masing-masing sebesar 0,46 persen, 0,32 persen, dan 0,13 persen secara bulanan.
Namun, laju inflasi tertahan oleh turunnya harga daging ayam ras, emas perhiasan, dan buah pinang yang memberikan andil deflasi masing-masing sebesar 0,15 persen, 0,15 persen, dan 0,13 persen.
Sementara itu, Provinsi Papua Selatan mencatat inflasi bulanan sebesar 0,94 persen, inflasi tahun berjalan 2,98 persen, dan inflasi tahunan 3,34 persen.
Kenaikan inflasi di wilayah tersebut dipicu oleh meningkatnya harga angkutan udara, sawi hijau, dan kangkung dengan andil masing-masing sebesar 0,28 persen, 0,18 persen, dan 0,18 persen.
Dia mengatakan, penurunan harga emas perhiasan, cabai merah, dan ikan mujair membantu menahan laju inflasi dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,14 persen, 0,05 persen, dan 0,04 persen.
Adapun Provinsi Papua Tengah mengalami inflasi bulanan sebesar 0,21 persen, inflasi tahun berjalan sebesar 0,16 persen, dan inflasi tahunan sebesar 1,53 persen.
Inflasi di daerah tersebut dipengaruhi kenaikan harga bawang merah, tomat, dan angkutan udara dengan andil masing-masing sebesar 0,20 persen, 0,15 persen, dan 0,06 persen.
Penurunan harga cabai rawit, emas perhiasan, dan daging ayam ras menahan laju inflasi di Papua Tengah dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,23 persen, 0,08 persen, dan 0,05 persen secara bulanan. (Rilis)































































































