JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua memastikan kesiapan pasokan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat di seluruh wilayah Tanah Papua. Total uang kartal yang disiapkan BI Papua mencapai Rp6,7 triliun.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Faturachman, menjelaskan bahwa pasokan uang tersebut akan didistribusikan melalui jaringan kas titipan yang tersebar di tujuh wilayah strategis.
“Ketersediaan uang tunai ini disiapkan untuk menjaga kelancaran transaksi selama momentum libur panjang Natal dan Tahun Baru,” ucap Faturachman selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua yang juga Wakil Ketua TPID Provinsi Papua dalam kegiatan Bincang – Bincang Media, Kamis (6/11/2025) malam.
Selain melalui jaringan kas titipan, BI Papua juga menjalankan kas keliling ke wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal) sebagai upaya memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan uang layak edar. Hingga Oktober 2025, kegiatan kas keliling telah menjangkau 22 wilayah kerja BI Papua dengan total modal kerja terserap mencapai Rp42 miliar.
“Kas keliling ini merupakan bagian dari komitmen BI untuk menyediakan uang layak edar di daerah yang sulit dijangkau layanan perbankan, terutama menjelang Nataru,” jelas Faturachman.
Berdasarkan proyeksi BI Papua, kebutuhan uang tunai pada periode November–Desember 2025 diperkirakan meningkat signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Realisasi penarikan bank pada Januari-Oktober 2025 mencapai Rp6,04 triliun, dan diproyeksikan naik menjadi Rp6,7 triliun di dua bulan terakhir tahun ini.
Kenaikan permintaan uang tunai ini didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta realisasi belanja pemerintah yang umumnya lebih tinggi di akhir tahun.
“Pola ini sejalan dengan tren historis, di mana kebutuhan uang pada periode Nataru hampir setara dengan periode Ramadhan dan Idulfitri,” tambahnya.
Untuk menjaga ketersediaan uang layak edar, BI Papua bersinergi dengan jaringan perbankan yang tersebar di seluruh provinsi. Tercatat, terdapat 384 jaringan bank pemerintah, 141 jaringan bank pembangunan daerah (BPD), dan 35 jaringan bank swasta nasional, dengan total 884 mesin ATM yang siap melayani penarikan uang masyarakat.
Selain itu, BI Papua juga menyiapkan Rp17 miliar uang kartal baru dan layak edar untuk kegiatan penukaran uang masyarakat selama November–Desember 2025. Jumlah ini meningkat 41 persen dibanding tahun sebelumnya. Lokasi serta jadwal penukaran uang akan diumumkan melalui kanal media sosial resmi Bank Indonesia.
Sebagai bagian dari semangat menyambut Natal, BI Papua juga menggulirkan program “SERUNAI” (Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai). Program ini menghadirkan layanan penukaran uang layak edar di berbagai titik, termasuk tujuh wilayah kas titipan: Biak, Merauke, Nabire, Sorong, Serui, Timika, dan Wamena.
“Program SERUNAI menjadi wujud komitmen kami menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat, sekaligus memperkuat edukasi tentang cinta, bangga, dan paham rupiah,” tutup Faturachman.
(Darul Muttaqin – Harian Terbaru Papua)






























































































