SUPIORI, HarianTerbaruPapua.com — Sebanyak 25 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Supiori saat ini tengah melaksanakan agenda Reses Tahap I di masing-masing daerah pemilihan (dapil). Agenda ini bertujuan menjaring aspirasi masyarakat secara langsung di tingkat distrik dan kampung, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Ketua DPRK Supiori, Dolfinus Mansoben, yang melakukan reses di Dapil Supiori Timur, menekankan pentingnya mendengar langsung kebutuhan masyarakat di lapangan, khususnya dalam dua sektor utama: kesehatan dan pendidikan.
“Reses ini adalah bagian dari kewenangan anggota DPRK yang diatur dalam pasal 108 UU No. 23 Tahun 2014. Kami turun ke dapil untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung,” ujar Dolfinus, Senin (4/8/2025).
Salah satu titik yang dikunjungi Dolfinus adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Supiori. Dalam kunjungannya, ia berbincang langsung dengan pasien mengenai kualitas pelayanan rumah sakit. Menurut pengakuan pasien, pelayanan RSUD Supiori tergolong baik dan mampu memberikan kenyamanan serta kesembuhan.
Meski demikian, Dolfinus mengungkapkan keprihatinannya atas ketiadaan dokter spesialis penyakit dalam di RSUD tersebut.
“Saya cukup prihatin karena RSUD Supiori belum memiliki dokter penyakit dalam, padahal angka penderita penyakit dalam cukup tinggi. Keberadaan dokter spesialis ini penting untuk mendukung visi dan misi kepala daerah dalam bidang kesehatan,” tegasnya.
Selain RSUD, Ketua DPRK Supiori bersama Kepala Dinas Kesehatan, Bastian S. Manufandu, juga mengunjungi beberapa Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah Supiori Timur. Hasil temuan di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan dalam pelayanan.
“Ada pustu yang melaksanakan pelayanan dengan baik seperti Pustu Wandos dan Pustu Myosarway, namun ada juga yang sama sekali tidak melayani tanpa alasan jelas, seperti Pustu Syurdori. Ini tentu merugikan masyarakat,” ungkap Dolfinus.
Ia langsung meminta kepala puskesmas dan dinas kesehatan agar menindaklanjuti permasalahan ini secepat mungkin agar pelayanan tidak terganggu.
Kepala Dinas Kesehatan Supiori, Bastian S. Manufandu, menyatakan komitmennya untuk segera melakukan pembenahan.
“Apa yang menjadi catatan Ketua DPRK akan segera kami tindak lanjuti. Kami akan benahi sistem pelayanan di pustu agar ke depan tidak terjadi hal serupa,” ucap Bastian.
Dalam sektor pendidikan, Dolfinus Mansoben bersama Kepala Dinas Pendidikan juga meninjau langsung kondisi sebuah sekolah dasar di Kampung Aminweri. Hasil pemantauan menunjukkan adanya kekurangan guru serta kerusakan sarana dan prasarana yang cukup memprihatinkan.
“Saya sangat prihatin melihat kondisi SD di Kampung Aminweri. Kekurangan guru dan sarana yang rusak jelas mengganggu proses belajar mengajar. Saya minta dinas pendidikan segera mengambil langkah perbaikan karena anak-anak ini adalah masa depan kita,” tegasnya.
Kunjungan reses ini mempertegas peran DPRK sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan, khususnya pada sektor vital seperti kesehatan dan pendidikan.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)
































































































