SUPIORI, HarianTerbaruPapua.com – Guna terus mendukung seluruh program kerja pemerintah pusat di daerah, Masyarakat Adat menggunakan kapasitasnya untuk melakukan sosialisasi secara berkala kepada masyarakat tentang beberapa program strategis nasional, seperti makan bergizi gratis, stunting dan juga koperasi merah putih.
Sosialisasi yang berlangsung dikantor Badan Musyawarah Kampung Sorendiweri, Supiori Timur ini dilakukan pada Kamis (13/11/2025), dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang, yang terdiri dari aparat desa, Dewan Adat, Kepolisian, dan pelaku program kesehatan dan ekonomi.
Mewakili Masyarakat Adat Sorendiweri, Supiori timur, Utrekt Manampaisem, mengatakan bahwa tatap muka dan sosialisasi program strategis nasional sangat penting, agar masyarakat dapat mengetahui apa saja program presiden yang akan dilaksanakan di Kabupaten Supiori, Papua.
“Kami dari Adat, Gereja dan Pemerintah bersama seluruh elemem masyarakat merasa sangat penting dan bertanggung jawab terhadap program strategis nasional ini, sehingga tatap muka dan sosialisasi ini sangat penting kami lakukan kepada masyarakat di Kabupaten Supiori” Ucap Utrekt Manampaisem, Masyarakat Adat Supiori.
Ditempat yang sama, Alfred Kapisa, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Supiori sekaligus Tim Satgas Pengawasan Dapur MBG, menyampaikan progres dan pengawasan pelaksanaan program MBG yang saat ini sudah menjangkau 27 titik dapur di tingkat wilayah terpencil di Kabupaten Supiori. Program ini melibatkan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak stunting sebagai penerima manfaat.
Dia menjelaskan, pengawasan ketat di setiap titik dapur diperlukan untuk memastikan keamanan makanan sekaligus mencegah risiko keracunan. Di samping itu, program ini siap memperluas cakupannya, termasuk lansia dan anak penyandang disabilitas agar bantuan makin inklusif.
“Kami tim satgas MBG dari pemerintah daerah saat ini sedang bekerja mempersiapkan dapur untuk MBG di Kabupaten Supiori. MBG ini sasarannya adalah anak sekolah, Ibu hamil, Ibu menyusui, anak stunting, tapi juga akan kami siapkan untuk para lansia dan kaum disabilitas di Supiori.
Program nasional Koperasi Merah Putih juga menjadi sorotan, dimana masyarakat diminta menyediakan bahan pangan lokal untuk mendukung produksi makanan bergizi, sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi koperasi dan wilayah Supiori yang masih bergantung pasokan dari luar daerah.
Kepala Kampung Sorendiweri, Petrus Amunau menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dapur MBG agar kualitas makanan terjaga, sehingga anak-anak sekolah terlindung dari alergi dan keracunan makanan.
Sementara itu, Delinder Koromat dari Seksi Pelayanan dan Pembinaan Gizi (SPPG) Kabupaten Supiori memberikan gambaran peran SPPI dalam mendampingi dan mengelola program gizi berbasis masyarakat, termasuk kerja sama dengan dapur mandiri swasta yang turut menjalankan program MBG dengan pengawasan ketat agar mutu dan kebersihan tetap terjaga.
Dia juga mengingatkan pentingnya koordinasi antar pihak untuk memastikan seluruh mekanisme pelaksanaan program berjalan lancar dan berdampak positif bagi kesehatan masyarakat secara luas.
Dari hasil tatap muka dan sosialisasi menyimpulkan bahwa Adat, Gereja dan Pemerintah serta seluruh lapisan masyarakat siap mendukung penuh program strategis nasional di Kabupaten Supiori Papua.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)

































































































