NABIRE, HarianTerbaruPapua.com – Setelah lebih dari satu tahun buron, pelaku utama kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang menyebabkan tewasnya seorang perempuan bernama Nurhayati akhirnya berhasil diamankan oleh Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nabire, pada Rabu malam (07/8/2025) sekitar pukul 22.30 WIT.
Pelaku yang diketahui bernama Yohanes Jhon Yogi ditangkap di Jalan Bobairo, Kelurahan Karang Tumaritis, tanpa perlawanan. Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan terhadap kasus yang terjadi pada 25 Maret 2024 di Jalan Ampera, Nabire, yang sempat menggemparkan warga setempat.
Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku bersama rekannya Manase Goo melakukan aksi kejahatan setelah mengonsumsi minuman keras. Dalam kondisi mabuk, keduanya merampas tas dari salah satu korban yang saat itu sedang berjalan bersama Nurhayati.
Saat Nurhayati mencoba membantu rekannya mempertahankan barang yang dirampas, pelaku secara brutal menusuk perut korban menggunakan senjata tajam. Akibat luka tusuk yang cukup parah, korban meninggal dunia saat dalam penanganan medis.
Dalam proses penangkapan, pihak kepolisian turut mengamankan beberapa barang bukti berupa:
- Tas milik korban
- Handphone
- Sandal yang dikenakan pelaku saat beraksi
Kapolres Nabire melalui Kasat Reskrim menyebutkan bahwa pelaku mengakui telah menjual sebagian barang hasil rampasan, dan kini sedang menjalani pemeriksaan intensif.
“Saat ini pelaku sudah diamankan di Mako Polres Nabire untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara satu pelaku lainnya, Manase Goo, masih dalam pencarian dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujar pihak kepolisian.
Polres Nabire mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan ikut berpartisipasi membantu aparat dalam memberikan informasi apabila melihat atau mengetahui keberadaan Manase Goo maupun pelaku tindak pidana lainnya.
“Penangkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Nabire dalam menuntaskan kasus-kasus kriminal berat yang meresahkan masyarakat. Kami juga mengajak warga untuk terus mendukung upaya penegakan hukum,” tambahnya.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan serta mewaspadai potensi kejahatan, terutama yang melibatkan konsumsi miras yang sering menjadi pemicu aksi kriminal di wilayah Papua.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)

































































































