MIMIKA, HarianTerbaruPapua.com – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan mencegah terulangnya bentrokan antar dua kelompok warga di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, aparat kepolisian dari Polsek Kwamki Narama bersama personel gabungan Polres Mimika melaksanakan kegiatan razia senjata tradisional pada Senin (20/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.21 hingga 18.20 WIT itu dipimpin oleh Kasubag Dal Ops Bag Ops Polres Mimika, AKP Manaf Anggiluli, serta melibatkan sejumlah pejabat utama, antara lain Kasubag Bin Ops AKP Anwar, Kasat Binmas AKP Yakobus Sera Ayatoni, Kasat Samapta Iptu Fransiskus Tethool, KBO Intel Iptu Ilyas, KBO Binmas Iptu Bambang Triwatwoko, dan Kapolsek Kwamki Narama Ipda Yusak Sawaki.
Turut diterjunkan pula puluhan personel dari Bag Ops, Sat Samapta, Sat Binmas, Sat Intelkam, dan Polsek Kwamki Narama untuk menyisir sejumlah titik rawan konflik.
Dalam arahannya sebelum kegiatan dimulai, AKP Manaf Anggiluli menegaskan agar seluruh anggota bertindak tegas namun tetap humanis, dengan sasaran utama warga yang membawa atau menyimpan senjata tajam maupun senjata tradisional seperti busur, anak panah, dan ketapel.
“Tujuan kegiatan ini bukan untuk menakuti masyarakat, tetapi memastikan keamanan tetap kondusif dan mencegah potensi bentrokan susulan,” ujar AKP Manaf.
Razia dibagi ke dalam tiga regu dengan titik sasaran di Jalan Yakup, Jalur 1, dan Jalan Maleo. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, aparat menemukan tiga buah busur, sejumlah anak panah, dan satu buah ketapel di kawasan Jalan Yakup.
Sementara di wilayah kelompok DWY, polisi mengamankan 11 batang rotan bahan anak panah serta seorang warga berinisial WW bersama barang bukti busur dan anak panah. Selain itu, petugas juga menemukan satu warga dalam kondisi mabuk, yang kemudian diamankan ke Polsek Mimika Baru untuk pembinaan lebih lanjut.
Sekitar pukul 17.30 WIT, Kapolsek Kwamki Narama Ipda Yusak Sawaki turun langsung ke lapangan untuk memberikan imbauan kepada warga dari kedua kelompok agar menghentikan aksi saling serang dan tidak lagi membawa senjata tradisional.
“Kami imbau jangan lagi pegang busur atau panah, apalagi saling serang. Jika kedapatan, akan kami proses hukum. Semua pihak sebaiknya kembali beraktivitas seperti biasa dan menjaga kamtibmas tetap kondusif,” tegas Kapolsek.
Menurutnya, konflik yang berlarut-larut hanya akan merugikan masyarakat sendiri, terutama anak-anak dan perempuan yang merasa takut beraktivitas di luar rumah akibat situasi tidak aman.
Kegiatan berakhir dengan apel malam pukul 18.20 WIT yang dipimpin oleh Kasubag Bin Ops AKP Anwar. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi dan profesionalisme selama kegiatan berlangsung.
“Terima kasih kepada seluruh anggota yang telah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan berjalan aman, tertib, dan tanpa gangguan berarti. Ini menjadi bukti nyata komitmen kita menjaga kedamaian di wilayah Kwamki Narama,” ucap AKP Anwar.
Langkah razia ini menjadi bagian dari strategi preventif Polres Mimika dalam meredam konflik sosial dan memastikan keamanan warga tetap terjaga. Polisi berkomitmen untuk terus melakukan pendekatan persuasif dan patroli rutin agar situasi di Kwamki Narama tetap aman dan kondusif.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)

































































































