MIMIKA, HarianTerbaruPapua.com – Tiga jenazah korban kecelakaan helikopter milik Intan Angkasa Air Service tipe AS 350 B3/PK-IWS, yang jatuh di wilayah Kago, Ilaga, Kabupaten Puncak, resmi diberangkatkan dari Bandara UPBU Mozes Kilangin Timika menuju Jakarta dan Makassar, Jumat (12/9/2025).
Pantauan di Terminal Kargo Bandara Mozes Kilangin, prosesi keberangkatan dilakukan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Jenazah dievakuasi dari kantor PT. Intan Angkasa Air Service menggunakan ambulans Mitra Golden dan tiba di terminal kargo dengan pengawalan Patwal Satlantas Polres Mimika.
Sebelum pemberangkatan, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melakukan pemeriksaan administrasi dan kelayakan terbang. Proses ini meliputi pengecekan dokumen surat kematian, identitas jenazah dan pendamping, serta keterangan formalin guna memastikan keamanan penerbangan.
Adapun tiga jenazah yang diberangkatkan yaitu:
- Eko Puja Sulandhono, pilot asal Bogor, diterbangkan menuju Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA634.
- Sudiarman, teknisi asal Maros, Sulawesi Selatan, diberangkatkan ke Makassar menggunakan pesawat Lion Air JT985.
- Herwanto, warga Maros, Sulawesi Selatan, juga diberangkatkan ke Makassar bersama jenazah Sudiarman dengan pesawat yang sama.
Ketiga jenazah didampingi pihak keluarga masing-masing. Suasana penuh keharuan terlihat saat prosesi pemulangan berlangsung tertib dan lancar.
Kasihumas Polres Mimika, Iptu Hempy, menyampaikan apresiasinya atas kelancaran pemulangan jenazah.
“Seluruh rangkaian keberangkatan korban kecelakaan helikopter telah selesai dan berjalan aman serta terkendali hingga pesawat lepas landas,” ujarnya.
Sementara itu, satu korban lainnya, Sulkifli Kurniawan Manggasali, dijadwalkan diberangkatkan ke kampung halamannya di Biak menggunakan pesawat Sriwijaya Air pada Sabtu (13/9/2025).
Helikopter Intan Angkasa Air Service sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari area B6 menuju Mimika. Setelah pencarian intensif, helikopter ditemukan jatuh di kawasan Ilaga, Kabupaten Puncak. Peristiwa ini menambah duka mendalam bagi dunia penerbangan di Papua.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)

































































































