MERAUKE, HarianTerbaruPapua.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua menggelar rangkaian kegiatan di Merauke, Papua Selatan, pada 14-15 Agustus 2025. Agenda tersebut mencakup Pekan QRIS Nasional (PQN), High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (HLM TP2DD), serta panen raya cabai sebagai langkah strategis mendukung digitalisasi dan pengendalian inflasi di daerah.
Kepala Perwakilan BI Papua, Faturachman, menyampaikan kegiatan ini merupakan sinergi BI dengan Pemerintah Kabupaten Merauke dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. “Kami ingin memastikan digitalisasi terus tumbuh di Papua Selatan, sekaligus menguatkan ketahanan pangan melalui pengendalian inflasi,” ujarnya, Rabu (20/8/2025)
Rangkaian PQN 2025 diawali dengan Senam Bersama dan Fun Run yang digelar di halaman Kantor Bupati Merauke, diikuti Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, dan ribuan masyarakat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan Pasar Malam PQN di Monumen Kapsul Waktu pada 15-18 Agustus 2025 bertajuk “Bikin Bangga Merauke, Pakai QRIS”.
Dalam pasar malam tersebut, selain mengimplementasikan zona QRIS, BI Papua juga melakukan sosialisasi program Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah dan edukasi penggunaan QRIS kepada pengunjung.
Sebagai bagian dari agenda, BI Papua bersama Pemkab Merauke menyelenggarakan HLM TP2DD pada 15 Agustus 2025. Pertemuan ini dihadiri Bupati Merauke, Staf Ahli, serta pimpinan OPD.
Pembahasan difokuskan pada evaluasi capaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) 2024. Hasilnya, ETPD Kabupaten Merauke telah mencapai tahap “Digital”, sedangkan Provinsi Papua Selatan masih berada di tahap “Maju”, satu tingkat di bawahnya.
Menanggapi hal ini, Faturachman melakukan audiensi dengan Gubernur Papua Selatan, Ketua Majelis Rakyat Papua Selatan, Sekda, dan OPD terkait untuk merumuskan strategi percepatan. “Kami mendorong digitalisasi transaksi daerah agar pendapatan meningkat, kebocoran anggaran bisa dicegah, dan pelayanan publik semakin transparan,” tegasnya.

Selain digitalisasi, BI Papua juga menyoroti pengendalian inflasi. Bersama Pemprov Papua Selatan dan Pemkab Merauke, dilakukan panen raya cabai di Kampung Marga Mulya, Distrik Semangga, di lahan seluas 40 hektare.
Inflasi Papua Selatan pada Juli 2025 tercatat 5,45% (yoy), tertinggi sepanjang 2024-2025. Karena itu, panen raya disertai Gerakan Pangan Murah (GPM) serta penyerahan bantuan sarana prasarana hilirisasi pertanian kepada Kelompok Tani (Poktan) Maju Makmur.
Poktan tersebut sepanjang tahun berhasil memproduksi 132 ton cabai, terdiri dari 46,24 ton cabai rawit, 71,28 ton cabai keriting, dan 14,7 ton cabai besar. Produksi itu menjadikan mereka salah satu pemasok utama kebutuhan cabai di Kabupaten Merauke.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)

































































































