SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Stama Ops Polri melaksanakan kunjungan kerja ke Polres Jayapura guna melakukan evaluasi terkait pengamanan pertandingan sepak bola Pegadaian Championship Liga 2 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC yang sebelumnya berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan evaluasi tersebut dilaksanakan pada Selasa (12/5/2026) pukul 14.38 WIT di Ruang Cyclop Polres Jayapura dan dipimpin langsung oleh Karobinops Stamaops Polri Brigjen Pol. Auliansyah Lubis, serta Penata Kebijakan Kapolri Utama Tk. II Stamaops Polri Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Auditor Kepolisian Madya TK III Itwasda Polda Papua Kombes Pol. Sandi Sultan, Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan, pejabat operasional Polda Papua dan Polres Jayapura, pihak Panitia Pelaksana Persipura Jayapura, serta Security Officer pertandingan.
Dalam arahannya, Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto menyampaikan bahwa pertandingan Persipura Jayapura kontra Adhyaksa FC sejak awal telah dipetakan sebagai pertandingan dengan tingkat kerawanan tinggi sehingga membutuhkan kesiapan pengamanan yang maksimal, baik dari pihak kepolisian maupun panitia pelaksana.
Ia menyoroti jumlah penonton yang mencapai puluhan ribu orang tidak sebanding dengan jumlah steward yang disiapkan di dalam stadion. Menurutnya, steward memiliki peran penting dalam pengamanan internal stadion, sedangkan tugas kepolisian adalah melakukan pendampingan dan pengamanan sesuai prosedur yang berlaku.
Selain itu, Stama Ops Polri juga menyoroti tidak berfungsinya CCTV stadion saat pertandingan berlangsung sehingga proses pemantauan situasi penonton dilakukan secara manual. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu kendala dalam proses pengendalian massa ketika terjadi gangguan keamanan usai pertandingan.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Panitia Pelaksana Persipura Jayapura mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan pengamanan pertandingan dan berharap agar sanksi yang nantinya diberikan tidak terlalu berat. Panpel juga menyampaikan harapan agar pertandingan pada musim berikutnya tetap dapat dihadiri oleh penonton sebagai bentuk dukungan kepada tim Persipura Jayapura.
Sementara itu, Auditor Kepolisian Madya TK III Itwasda Polda Papua, Kombes Pol. Sandi Sultan, menekankan pentingnya dukungan terhadap perkembangan olahraga di Papua, khususnya sepak bola, mengingat banyaknya potensi atlet muda Papua yang berbakat. Ia juga mengingatkan agar pihak panitia tidak menganggap sepele aspek pengamanan pertandingan dan terus menjalin koordinasi yang baik dengan pihak kepolisian.
Karobinops Stamaops Polri Brigjen Pol. Auliansyah Lubis, S.I.K., dalam penyampaiannya menegaskan bahwa evaluasi ini dilakukan sebagai langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada pertandingan berikutnya. Ia meminta agar kesiapan personel pengamanan, jumlah steward, serta sarana pendukung seperti CCTV aktif dapat menjadi perhatian serius dalam setiap penyelenggaraan pertandingan.
Berdasarkan hasil evaluasi dan klarifikasi yang dilakukan, ditemukan beberapa faktor yang menjadi perhatian, di antaranya keterbatasan jumlah personel keamanan dan steward, tidak berfungsinya CCTV stadion, serta belum optimalnya koordinasi antara panitia pelaksana dan aparat kepolisian. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan pertandingan guna meminimalisir potensi gangguan kamtibmas pada pelaksanaan pertandingan selanjutnya. (Cornelia)
































































































