BOVEN DIGOEL, HarianTerbaruPapua.com — Warga Distrik Kouh, Kabupaten Boven Digoel, digegerkan dengan penemuan sesosok jasad pria yang terapung di Sungai Digoel pada Kamis (24/7/2025) sekitar pukul 14.00 WIT. Penemuan tersebut segera dilaporkan ke Polsek Kouh, yang langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.
Peristiwa ini bermula saat Maret Klaru, seorang warga yang tengah melakukan perjalanan menggunakan Speedboat dari Kota Tanah Merah, Distrik Mandobo menuju Distrik Kombay, melihat tubuh seseorang mengapung di permukaan sungai. Menyadari hal tersebut, Maret menghentikan perjalanannya, menepikan perahunya, dan mengikat tubuh korban agar tidak hanyut terbawa arus sungai sebelum melaporkannya kepada pihak berwajib.
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Kouh, dibantu Pos Ramil Kouh dan tim medis dari Puskesmas Kouh, segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) menggunakan satu unit Speedboat. Tim gabungan berhasil mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke Distrik Kouh untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kapolsek Kouh, IPTU Sri Haryono, dalam keterangannya menyampaikan bahwa korban sebelumnya telah dilaporkan hilang dan diduga tenggelam sejak Senin, 13 Juli 2025. Sejak saat itu, pencarian intensif dilakukan oleh tim gabungan Polsek Kouh, BASARNAS Kabupaten Boven Digoel, dan warga selama tiga hari, namun belum membuahkan hasil hingga akhirnya korban ditemukan 11 hari kemudian.
“Korban berhasil dikenali oleh pihak keluarga yang berada di Distrik Kouh melalui ciri khas tato di tubuhnya. Setelah dievakuasi, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga,” ujar Kapolsek.
IPTU Sri Haryono menambahkan bahwa peristiwa ini menambah deretan kasus orang tenggelam di Sungai Digoel, yang kerap terjadi saat warga melakukan aktivitas menggunakan perahu kecil atau alat transportasi sungai lainnya.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, khususnya Sungai Digoel yang arusnya cukup deras dan rawan kecelakaan, terutama jika menggunakan perahu kecil. Pastikan selalu mengenakan pelampung dan memperhatikan faktor keselamatan,” tutupnya.
Sungai Digoel selama ini menjadi jalur transportasi utama bagi masyarakat di pedalaman Papua, termasuk wilayah Boven Digoel. Namun di sisi lain, penggunaan moda transportasi sungai yang minim keselamatan masih menjadi persoalan serius, terutama di musim hujan atau saat arus sungai meningkat.
Pihak kepolisian dan pemerintah daerah diimbau untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalur sungai, termasuk penggunaan pelampung dan pemeliharaan perahu agar peristiwa serupa tidak terus berulang.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)
































































































