PUNCAK, HarianTerbaruPapua.com – Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal, memberikan apresiasi atas program pembelian sayur-mayur dan buah-buahan yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Perdagangan (Disnakerperindag) Kabupaten Puncak. Menurutnya, program tersebut mampu meningkatkan perekonomian pedagang asli Papua (OAP). Pernyataan itu ia sampaikan saat membuka kegiatan belanja sayur-mayur Disnakerperindag di Aula Disperindag, Ilaga, Minggu (10/8/2025).
Program pembelian hasil kebun ini bukan hal baru bagi Pemerintah Kabupaten Puncak. Naftali mengingatkan bahwa inisiatif serupa sudah dijalankan sejak ia menjabat sebagai Kepala Disperindag pada 2018.
“Wilayah Kabupaten Puncak sangat kaya akan sumber daya alam, terutama sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan komoditas lainnya. Namun, keterbatasan sarana distribusi membuat banyak hasil panen petani tidak tersalurkan dengan baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika sarana distribusi memadai, hasil panen para petani terutama mama-mama Papua bisa lebih mudah dijual, sehingga meningkatkan pendapatan keluarga. Naftali juga menyoroti minimnya tempat penyimpanan dan belum adanya sistem distribusi yang terkelola baik.
“Pengelolaan sarana distribusi bukan hanya langkah penting, tetapi solusi nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menciptakan rantai pasok yang efisien dari hulu ke hilir,” tegasnya.
Kepala Disnakerperindag Kabupaten Puncak, Ruth Alom, menjelaskan program belanja sayur-mayur dan buah-buahan ini akan dilaksanakan selama empat bulan ke depan. Pembelian dilakukan di lima distrik, yakni Ilaga, Gome, Sinak, Beoga, dan Doufo.

“Kegiatan ini membantu masyarakat menjual hasil kebun mereka dan mendapatkan penghasilan. Itu yang menjadi harapan kami,” ujarnya.
Ruth berharap program ini terus berlanjut karena dinilai efektif meringankan beban masyarakat.
“Inflasi di sini cukup tinggi. Kegiatan seperti ini sangat membantu karena langsung bersentuhan dengan masyarakat, sehingga mereka benar-benar bisa merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Program belanja sayur Disnakerperindag Puncak juga dinilai dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok lokal dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Selain itu, langkah ini menjadi contoh nyata peran pemerintah daerah dalam mendukung ekonomi berbasis komunitas dan memberdayakan pedagang asli Papua. Hingga kini, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terpantau tinggi, dengan banyak pedagang yang memanfaatkan kesempatan ini untuk memasarkan hasil kebun mereka.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)

































































































