JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Pemerintah Provinsi Papua bersama Bank Indonesia (BI) meluncurkan program Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI) 2025 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Papua, Dok 2 Jayapura, Senin (8/12/2025). Program nasional ini menjadi momentum penting dalam memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kick Off SERUNAI 2025 dipimpin Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, mewakili Gubernur Papua Matius D. Fakhiri. Peluncuran ditandai dengan pelepasan tujuh mobil kas keliling yang akan melayani penukaran uang di sejumlah gereja besar, kantor pemerintahan, dan instansi strategis.
Program SERUNAI berlangsung serentak di seluruh Indonesia pada 8-23 Desember 2025 dengan tema “Rupiah Terjaga untuk Natal Penuh Kasih”. Di Jayapura, layanan penukaran uang difasilitasi di bank, sekolah, gereja, perkantoran, dan melalui kas keliling.

Tujuh gereja dengan jumlah jemaat besar menjadi lokasi utama layanan kas, antara lain:
- GKI Sion Dok 8 Jayapura Utara
- GKI Pengharapan Jayapura Utara
- GKI Imanuel Hamadi Jayapura Selatan
- Gereja Katolik Gembala Baik Abepura
- GKII Pengharapan Sentani
- Kantor Sinode GKI di Tanah Papua
Selain itu, lima mitra strategis juga disiapkan sebagai titik layanan, yakni:
- Kantor Gubernur Papua
- Polda Papua
- Pelindo
- Angkasa Pura Bandara Sentani
- Kantor Kodaeral X
- Kantor Bank Indonesia Provinsi Papua
Masyarakat dapat menukarkan uang maksimal Rp5 juta dengan pecahan campuran.

Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia karena memilih Papua sebagai pusat lokasi kick off nasional SERUNAI 2025.
“Pemilihan Papua menjadi titik awal SERUNAI merupakan hal positif. Ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia berjalan baik, terutama untuk pembangunan di sektor keuangan,” ujar Aryoko.
Ia menekankan pentingnya layanan kas yang menjangkau hingga wilayah pelosok, mengingat kebutuhan uang tunai biasanya melonjak pada momen hari besar keagamaan.

Kepala Grup Kebijakan PUR Bank Indonesia, Hari Widodo, menjelaskan bahwa secara nasional BI menyiapkan Rp283 miliar uang rupiah untuk penukaran melalui program SERUNAI.
“Ini nilai rupiah yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Setiap orang bisa menukar paket uang hingga Rp5 juta sesuai pecahan yang disiapkan,” kata Hari Widodo.
Ia menegaskan bahwa SERUNAI merupakan komitmen BI untuk mendekatkan layanan ke masyarakat, terutama bagi keluarga yang merayakan Natal.
Selain penukaran uang, BI juga memberikan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah), termasuk imbauan “Lima Jangan”: jangan merobek, mencoret, membasahi, meremas, atau men-stapler uang rupiah.

Program ini juga bertujuan menarik kembali uang lusuh dan menggantinya dengan uang layak edar, sekaligus melindungi masyarakat dari peredaran uang palsu.
Menurut Hari Widodo, Papua dipilih sebagai lokasi kick off nasional karena dua faktor utama: tingginya perayaan Natal secara demografis dan kuatnya koordinasi BI dengan Pemerintah Provinsi Papua.
“Ini bentuk penghargaan BI kepada masyarakat Papua dan dukungan terhadap pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat dalam layanan perdana SERUNAI 2025. Ratna, warga Kabupaten Jayapura, mengaku terbantu dengan adanya penukaran uang pecahan kecil.

“Penukaran uang ini sangat membantu sekali, apalagi menjelang Natal. Harapannya kegiatan seperti ini terus ada setiap tahun,” ujarnya.
Ia menukar uang Rp5 juta dan menerima pecahan Rp10 ribu, Rp5 ribu, dan Rp2 ribu.

Melalui SERUNAI 2025, BI memastikan masyarakat Papua memperoleh uang rupiah yang layak edar, cukup ketersediaan, dan bebas dari uang palsu. Sementara Pemprov Papua berharap layanan perbankan terus diperluas hingga ke daerah-daerah terpencil. (Darul)

































































































