JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), industri rumahan Ririens Food kembali kebanjiran pesanan kue kering. Produk UMKM asal Kota Jayapura itu mulai banyak diburu masyarakat sebagai camilan khas dan pilihan hampers untuk menyambut perayaan natal dan musim liburan akhir tahun.
Pemilik Ririens Food, Rini Eko Setiani, mengatakan bahwa tahun ini pihaknya menyiapkan 17-18 jenis hampers dengan total stok antara 600-700 paket, jumlah yang disamakan dengan tahun sebelumnya.
“Kalau untuk tahun ini kami menyiapkan parcel dan hampers sekitar 17-18 jenis. Jumlah yang kami siapkan di kisaran 600-700. Kalau ada penambahan permintaan, tempat produksi kami siap,” ujar Rini di rumah produksinya, Kota Jayapura, Papua, Kamis (11/12/2025).

Hingga pertengahan Desember ini, kata Rini, pesanan yang masuk baru sekitar 40 persen dari total stok tersebut. Pola pesanan ini dinilai normal karena masyarakat biasanya mulai memesan dalam jumlah besar sepekan sebelum hari H.
“Biasanya pesanan meningkat seminggu menjelang Natal. Awal Desember itu masih sekitar 10 persen,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Ririens Food menargetkan produksi sekitar 2.500 toples kue kering dalam empat ukuran: 300 ml, 500 ml, 600 ml, dan 700 ml. Harga produk berkisar antara Rp55.000 hingga Rp140.000. Meski biaya bahan baku meningkat, Ririens Food memutuskan tidak menaikkan harga.

“Kami masih mempertahankan harga tahun lalu. Bahan baku memang naik, tapi harga jual tetap sama,” jelas Rini.
Jenis kue yang diproduksi mencapai 15 varian, dengan bahan utama tepung sagu sebagai ciri khas. Produk favorit konsumen tetap pada nastar dan kue kering berbahan sagu.

Untuk parcel, Ririens Food menyediakan pilihan mulai dari paket ekonomis isi dua toples hingga paket enam toples, serta parcel kombinasi berisi kue kering dengan keramik atau peralatan rumah tangga. Harganya mulai dari Rp500.000, dan bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta, tergantung permintaan.
Rini menyampaikan bahwa permintaan saat ini masih didominasi konsumen perorangan.

“Instansi belum ada. Harapannya tahun ini bisa lebih baik dari tahun kemarin, baik dari pendapatan, omzet, maupun kapasitas produksi,” ujarnya.
Pembeli bisa memesan melalui WhatsApp Business (0813-4382-8934) Instagram, Facebook, maupun TikTok. Untuk pengantaran, Ririens Food memberikan gratis ongkos kirim untuk pembelian di atas Rp500.000 khusus area Jayapura hingga Waena, sementara untuk wilayah Sentani tetap dikenakan biaya pengiriman.

Ririens Food masih mempertahankan sagu sebagai bahan baku utama sebagian besar produknya. Menurut Rini, beberapa pelanggan lebih memilih kue berbahan sagu untuk dibagikan kepada keluarga atau tetangga.
“Supaya mereka bisa berbagi banyak, kami siapkan pilihan ekonomis seperti brownies seharga Rp95.000 yang sudah dikemas cantik,” jelasnya.
Saat ini Ririens Food melibatkan sekitar 8 hingga 10 orang tenaga kerja, termasuk pekerja tambahan dari kalangan pelajar yang membantu seusai pulang sekolah apabila pesanan membludak.

“Kalau nanti pekan menjelang hari H permintaan membeludak, kami sudah siap dari sisi packaging dan tenaga,” ujar Rini.
Rini berharap momentum Nataru tahun ini bisa kembali menggerakkan pasar UMKM pangan lokal, meski permintaan saat ini belum setinggi tahun sebelumnya.
“Kami tetap optimis dan berharap hasil tahun ini lebih baik,” tutupnya. (Darul)


































































































