PUNCAK, HarianTerbaruPapua.com – Setelah hampir tujuh bulan mengungsi akibat konflik sosial, warga di Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, mulai kembali ke kampung halaman mereka dan melakukan pembersihan lingkungan sebagai persiapan menyambut Natal dan Tahun Baru. Kegiatan ini dilakukan setelah warga menerima bantuan mesin pemotong rumput dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Puncak, Thomas Tabuni, Pada 8 November 2025.
Bantuan yang diberikan tersebut ditujukan untuk tiga distrik, yakni Distrik Gome, Distrik Gome Utara, dan Distrik Omukia, dan dibagikan secara terpusat di Distrik Gome. Bantuan itu meliputi mesin pemotong rumput dan bahan bakar yang dapat digunakan untuk membersihkan area gereja, jalan kampung, kantor distrik, hingga halaman rumah warga.
Menindaklanjuti imbauan Ketua DPRK Puncak dan Bupati Puncak agar masyarakat kembali ke kampung halaman masing-masing, Sekretaris Distrik Omukia, Lendinus Kogoya, langsung memimpin aksi pembersihan di sepuluh kampung dan sebelas gereja yang ada di Distrik Omukia.
Dengan semangat gotong royong, masyarakat terlihat bekerja bersama membersihkan halaman gereja, jalan-jalan kampung, hingga pekarangan rumah warga. Pembersihan dilakukan di seluruh wilayah Omukia, terlebih dengan semakin dekatnya perayaan Natal dan Tahun Baru yang biasanya dirayakan secara meriah oleh masyarakat setempat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua DPRK Puncak Bapak Thomas Tabuni atas bantuannya kepada kami di Distrik Omukia. Beliau memberikan sebelas mesin pemotong rumput, satu drum bensin, serta beras sebanyak seratus kilogram yang sangat membantu dalam kegiatan pembersihan ini,” ujar Lendinus Kogoya, Selasa (11/11/2025).
Ia menambahkan bahwa pembersihan dilakukan mulai dari Kampung Amingganu hingga Kampung Kunga, mencakup seluruh wilayah distrik.
Kegiatan pembersihan yang berlangsung sejak 10 hingga 12 November 2025 ini menjadi momentum penting bagi warga Omukia untuk kembali membangun kehidupan setelah masa pengungsian panjang.
Masyarakat berharap agar perayaan Natal dan Tahun Baru tahun ini dapat berlangsung di kampung halaman mereka masing-masing, sebagai tanda pemulihan dan kebangkitan komunitas pasca konflik yang melanda wilayah tersebut.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)
































































































