JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Proses seleksi Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua periode 2026–2031 telah mencapai tahap akhir. Lima calon pimpinan yang telah lolos seluruh tahapan seleksi resmi ditetapkan dan melakukan pertemuan bersama Gubernur Papua di Kantor Gubernur Papua, pada Selasa (23/6/2026).
Mewakili Ketua Panitia Seleksi (Pansel) dan Sekretaris Pansel, Anggota Panitia Seleksi (Pansel) BAZNAS Provinsi Papua yang merupakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Iman Djuniawal, menjelaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan sesuai tahapan dan ketentuan yang ditetapkan oleh BAZNAS RI.
“Melalui proses yang cukup panjang dan sesuai tahapan yang telah ditetapkan BAZNAS pusat, akhirnya diperoleh lima nama yang akan menjadi Pimpinan BAZNAS Provinsi Papua periode 2026-2031,” ujarnya.
Iman menyebutkan, lima nama yang memperoleh persetujuan BAZNAS RI dan diajukan untuk ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Papua yang sedang disiapkan adalah:
- H. Achmad Jaenuri, Lc., M.H.;
- Muhamad Saleh, S.Pd., M.Pd.;
- Mahfud Rohman Nahrowi, S.Pd.I.;
- Dr. Toni V.M. Wanggai, S.Ag., M.A.;
- Ismail Maswatu, S.E., S.H., M.H.
Menurut Iman, setelah bertemu Gubernur Papua, kelima calon pimpinan melaksanakan rapat, bermusyawarah untuk menentukan pembagian tugas dan jabatan sesuai ketentuan Peraturan BAZNAS Nomor 2 Tahun 2019 tentang Tugas dan Wewenang Pimpinan BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota.
- Achmad Jaenuri telah ditetapkan sebagai Ketua BAZNAS Provinsi Papua. Kemudian berdasarkan hasil musyawarah para komisioner BAZNAS terpilih tentang pembagian tugas dalam jabatan, yang dipimpin oleh Kepala Biro Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua, Herman Ick, dan tertuang dalam berita acara, ditetapkan jabatan para wakil ketua. Selengkapnya, nama dan jabatan yang sudah sudah ditetapkan berdasar musyawarah mufakat tersebut akan diumumkan saat pelantikan. Untuk diketahui, jabatan tersebut mencakup;
- Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan,
- Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan,
- Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan,
- Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, Sumber Daya Manusia, Umum, dan Komunikasi.
Iman menjelaskan bahwa tahapan seleksi meliputi tes tertulis, wawancara, hingga verifikasi faktual yang dilakukan oleh BAZNAS RI.
“Prosesnya dimulai pada awal Juni dan alhamdulillah dapat diselesaikan sebelum berakhirnya masa perpanjangan kepengurusan sebelumnya yang berakhir pada 26 Juni 2026,” katanya.
Iman menambahkan, pihaknya menargetkan pelantikan pimpinan baru dapat dilaksanakan pada 25 Juni 2026, menyesuaikan agenda Gubernur Papua.
“Kami berupaya agar pelantikan dapat segera dilaksanakan sehingga tidak terjadi kekosongan kepemimpinan dan seluruh program BAZNAS dapat terus berjalan,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Papua terpilih, H. Achmad Jaenuri, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan serta apresiasi kepada Gubernur Papua, panitia seleksi, dan seluruh pihak yang telah mengawal proses seleksi hingga tuntas.
“Yang pertama tentu kami bersyukur atas amanah ini dan menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur, panitia seleksi, serta semua pihak yang telah bekerja sehingga proses ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Jaenuri menegaskan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural harus mampu membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya Pemerintah Provinsi Papua.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan zakat tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Jaenuri menyebutkan, salah satu fokus utama kepengurusan mendatang adalah memperkuat tata kelola internal sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap BAZNAS.
“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama. Karena itu, program-program yang selama ini sudah berjalan baik akan terus ditingkatkan dan diperkuat,” ujarnya.
Selain itu, BAZNAS Papua akan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Menurutnya, keterlibatan sektor swasta menjadi salah satu potensi besar yang perlu dikembangkan untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat.
Jaenuri juga mengajak seluruh pimpinan yang baru ditetapkan untuk menjaga soliditas organisasi dan bekerja secara kolektif dalam menjalankan amanah.
“Alhamdulillah seluruh proses pembagian tugas dilakukan melalui musyawarah mufakat. Ini menjadi modal awal yang baik untuk membangun BAZNAS Papua yang semakin kuat dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Jaenuri menegaskan, BAZNAS Papua siap mendukung visi pembangunan Papua Cerah melalui program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, dan penguatan kesejahteraan masyarakat.
“BAZNAS hadir tidak hanya untuk umat Islam, tetapi juga memberikan kontribusi sosial yang berdampak luas bagi masyarakat Papua melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan,” pungkasnya. (Rilis)



























































































