JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – RSUP Jayapura memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan dan aman bagi pasien di tengah situasi yang berkembang terkait surat izin pemalangan sementara yang disampaikan Ondofolo Besar Hebeibulu Yoka melalui Surat Nomor 012/ONDOFOLO-HY/VI/2026, Senin (15/6/2026).
Sebagai rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan RI, RSUP Jayapura menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dengan mengutamakan keselamatan pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan, serta seluruh petugas rumah sakit.
Manajemen rumah sakit menyatakan bahwa fungsi pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil. Seluruh kebijakan dan penyesuaian operasional dilakukan dengan mempertimbangkan keberlangsungan layanan kesehatan dan keamanan seluruh pihak yang berada di lingkungan rumah sakit.

Direktur Utama RSUP Jayapura, dr. Petronella Marcia Risamasu mengatakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi fokus utama rumah sakit dalam kondisi apa pun.
“RSUP Jayapura menghormati aspirasi yang disampaikan oleh berbagai pihak dan berharap seluruh proses dapat berlangsung melalui komunikasi yang baik serta mengedepankan semangat dialog. Fokus kami saat ini adalah memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar dr. Petronella dalam keterangan resminya, Rabu (17/6/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan masyarakat serta berharap situasi tetap kondusif sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua dapat terus berlangsung secara optimal.

“Kami berharap situasi dapat tetap kondusif sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat Papua dapat terus berlangsung secara optimal demi mendukung derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik,” tambahnya.
Untuk menjaga kelancaran pelayanan, manajemen RSUP Jayapura melakukan sejumlah penyesuaian operasional sementara. Pelayanan poliklinik pada Senin (15/6/2026) dibuka mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIT.
“Selain itu, rumah sakit juga meniadakan sementara jam besuk atau kunjungan pasien sebagai langkah antisipatif guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan di lingkungan rumah sakit,” ujarnya.
Manajemen menegaskan bahwa penyesuaian tersebut bersifat sementara dan akan terus dievaluasi sesuai perkembangan situasi di lapangan.

RSUP Jayapura juga mengimbau masyarakat, pengguna layanan, dan keluarga pasien untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi rumah sakit.
Masyarakat diminta memperoleh informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan guna menghindari kesalahpahaman dan informasi yang tidak akurat.
“Dengan berbagai langkah yang dilakukan, RSUP Jayapura memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Papua tetap menjadi prioritas utama dan akan terus diupayakan berjalan secara aman, tertib, serta optimal di tengah situasi yang berkembang,” tutupnya. (Redaksi)
























































































