JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Dalam upaya memperkuat sistem keselamatan penerbangan nasional dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sentani Jayapura menggelar Airport Emergency Exercise (AEE) atau latihan penanggulangan keadaan darurat skala penuh, Kamis (25/6/2026).
Latihan yang melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai instansi ini bertujuan menguji kesiapan personel, sistem, fasilitas, serta koordinasi lintas lembaga dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di lingkungan bandara.

General Manager Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer Rohim, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bandara Sentani dalam memenuhi standar keselamatan penerbangan nasional maupun internasional.
“Bandara Internasional Sentani merupakan objek vital strategis di Papua. Melalui latihan Airport Emergency Exercise ini, kami memastikan seluruh personel dan pemangku kepentingan tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga mampu bertindak cepat, tepat, dan terintegrasi ketika menghadapi situasi darurat yang sebenarnya,” ujarnya.

Dalam latihan kali ini, tiga skenario utama dilaksanakan secara bersamaan. Pertama, simulasi kebakaran gedung yang terjadi di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Pertamina dan terminal penumpang. Skenario ini menguji kecepatan tim Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) dalam memadamkan api, mengevakuasi korban, serta mengendalikan dampak kebakaran.
Skenario kedua adalah simulasi ancaman keamanan berupa aksi penyanderaan di area bandara. Penanganan dilakukan oleh personel Aviation Security bersama TNI dan Polri melalui prosedur negosiasi, penyelamatan sandera, hingga pelumpuhan pelaku sesuai Airport Security Program (ASP).
Puncak latihan ditandai dengan simulasi kecelakaan pesawat di area airside Bandara Sentani. Simulasi meliputi pemadaman kebakaran pesawat, pencarian dan evakuasi korban, pelayanan medis darurat, pengelolaan Passenger Holding Area bagi penumpang selamat, hingga penyiapan area khusus bagi keluarga korban.

Manajemen Bandara Sentani menegaskan bahwa seluruh rangkaian latihan berlangsung tanpa mengganggu operasional penerbangan reguler. Masyarakat dan pengguna jasa bandara juga diimbau tetap tenang karena seluruh aktivitas merupakan bagian dari simulasi.
I Nyoman Noer Rohim menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang terlibat, termasuk TNI, Polri, Basarnas, rumah sakit, maskapai penerbangan, dan perusahaan ground handling.
“Sinergi dan kerja sama seluruh pihak menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan operasional penerbangan. Melalui latihan ini kami berharap kesiapsiagaan seluruh unsur semakin meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan yang aman dan profesional kepada masyarakat,” tutupnya.
Pelaksanaan Airport Emergency Exercise di Bandara Internasional Sentani menjadi bagian penting dalam memperkuat budaya keselamatan penerbangan di Indonesia, sejalan dengan upaya nasional meningkatkan standar keamanan, keselamatan, dan pelayanan di seluruh bandar udara sebagai infrastruktur transportasi strategis. (Cornelia)



























































































