JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mencatat pertumbuhan signifikan dalam penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sepanjang triwulan I/2025. Tercatat, sebanyak 230.446 merchant di Papua telah menerapkan QRIS, dengan volume transaksi mencapai 10,2 juta kali dan jumlah pengguna aktif mencapai 214.663 orang.
Analis Yunior Tim Sistem Pembayaran BI Papua, Tomy Adi Saputra, mengatakan capaian ini menunjukkan kesuksesan implementasi QRIS dalam memperkuat inklusi ekonomi dan keuangan digital, khususnya di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“QRIS memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Dengan pencatatan transaksi secara digital, pemerintah bisa menyusun kebijakan yang lebih akurat dan tepat sasaran,” ujarnya dalam Training of Trainers Jurnalis di Jayapura, Selasa (08/7/2025).
Tomy menjelaskan, penggunaan QRIS juga membawa dampak positif dalam peningkatan efisiensi pembayaran pajak dan retribusi daerah. Selain itu, QRIS mendukung upaya elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (Pemda) dalam mewujudkan konsep smart city di berbagai kabupaten/kota.

“Bagi pelaku usaha, QRIS memberikan banyak manfaat, seperti transaksi nontunai yang higienis dan sesuai tren masyarakat modern. Dana langsung masuk ke rekening tanpa risiko kehilangan uang tunai, uang palsu, atau kesalahan pengembalian,” jelasnya.
QRIS, lanjut Tomy, menjadi solusi pembayaran digital yang praktis, cepat, aman, efisien, dan bebas biaya transaksi. Semua transaksi tercatat secara otomatis, membantu pelaku UMKM dalam pengelolaan keuangan yang lebih profesional, sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam ekonomi digital.
Lebih lanjut, BI terus mengembangkan fitur-fitur QRIS untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang beragam. Di antaranya:
- QRIS Consumer Presented Mode (CPM)
Pengguna menampilkan QRIS di ponsel untuk dipindai oleh merchant, cocok untuk transaksi cepat seperti transportasi umum. - QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM)
Merchant mengirim gambar QRIS yang bisa disimpan di ponsel dan digunakan untuk transaksi kapan saja. - QRIS Cross Border
Fitur pembayaran lintas negara yang sudah bisa digunakan di Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Laos, Brunei, Korea Selatan, dan Jepang. - QRIS Tarik Tunai, Transfer, dan Setor
Memungkinkan pengguna melakukan tarik tunai, transfer, dan setor dana lewat ATM atau agen. - QRIS TAP
Menggabungkan metode CPM dengan teknologi Near Field Communication (NFC) untuk pembayaran tanpa perlu memindai QR.
“Pengembangan QRIS ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem digital di Papua dan mendorong masyarakat untuk beralih ke transaksi non-tunai yang lebih modern dan aman,” pungkas Tomy. (dm)


































































































