JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Papua terus memperkuat upaya stabilisasi harga dan pasokan pangan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Gerakan Pangan Murah (GPM). Hingga awal November 2025, total penyaluran beras dari dua program tersebut telah mencapai 13.300 ton di seluruh wilayah Papua.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, mengatakan bahwa penyaluran program SPHP dan GPM berjalan dengan baik berkat sinergi antara Bulog dengan berbagai pihak, termasuk aparat TNI dan Polri. Kolaborasi lintas instansi ini dinilai efektif dalam memperluas jangkauan distribusi hingga ke wilayah pelosok.
“Sampai hari ini kita sudah menyalurkan kurang lebih 13.300 ton beras melalui program SPHP dan Gerakan Pangan Murah. Penyaluran ini bisa berjalan lancar karena adanya kerja sama yang solid dengan TNI dan Polri,” ujar Ahmad Mustari di Jayapura, Senin (10/11/2025).
Menurutnya, dukungan aparat keamanan sangat membantu Bulog dalam menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses, terutama wilayah pegunungan dan luar kota yang memiliki tantangan logistik.
“Kalau hanya mengandalkan pasar-pasar besar di kota, penyebaran beras SPHP kurang maksimal. Dengan bantuan TNI dan Polri, distribusi bisa menembus daerah-daerah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau,” jelasnya.
Selain penyaluran langsung ke pasar, Bulog juga menggandeng ritel-ritel lokal untuk memperluas titik distribusi SPHP. Dengan langkah ini, masyarakat di berbagai wilayah dapat membeli beras dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin.
“Beras SPHP juga kita salurkan melalui jaringan ritel yang ada di pasar agar masyarakat lebih mudah mendapatkan akses pangan murah. Harapan kami, ini dapat menekan harga di pasaran sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
Ahmad Mustari menyampaikan apresiasinya kepada jajaran TNI dan Polri yang telah berperan aktif dalam mendukung program nasional ini. Ia menegaskan bahwa Bulog Papua akan terus menjaga ketersediaan pasokan beras dan berkomitmen menyalurkan bantuan pangan secara merata ke seluruh wilayah Papua menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Kerja sama dengan TNI dan Polri ini sangat strategis. Kita akan terus berkolaborasi agar beras SPHP dan GPM bisa menjangkau masyarakat luas, termasuk di daerah-daerah terpencil,” tegasnya.
Dengan capaian penyaluran 13.300 ton beras hingga November 2025, Bulog Papua optimistis program SPHP dan GPM akan semakin memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas harga beras.
(Darul Muttaqin – Harian Terbaru Papua)
































































































