JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Papua mencatatkan penurunan signifikan dalam jumlah pelanggaran lalu lintas selama tahun 2025. Berdasarkan rekapitulasi data sementara hingga awal Agustus 2025, tercatat sebanyak 4.811 surat tilang telah dikeluarkan oleh jajaran Polda Papua. Angka ini mengalami penurunan drastis dibandingkan dengan periode tahun 2024 yang mencapai 10.220 tilang sepanjang tahun.
Kendati data tahun ini belum mencakup keseluruhan bulan hingga Desember, tren penurunan telah terlihat sejak awal tahun dan dinilai cukup tajam.
Direktur Lalu Lintas Polda Papua, Kombes Pol. Tri Yulianto, menyampaikan bahwa penurunan jumlah pelanggaran bukan berarti menurunnya intensitas penegakan hukum di lapangan. Sebaliknya, hal ini mencerminkan hasil dari berbagai strategi yang telah diterapkan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.
“Penurunan jumlah tilang ini kami lihat sebagai indikasi positif meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Namun, kami tetap waspada dan akan terus melakukan langkah-langkah pengawasan, edukasi, dan penindakan bila diperlukan,” ujar Kombes Pol. Tri Yulianto saat ditemui di Kota Jayapura, Sabtu (02/8/2025).
Ia menjelaskan, selama ini Ditlantas Polda Papua lebih menekankan pendekatan preventif ketimbang represif. Edukasi dilakukan secara masif, mulai dari sosialisasi keselamatan berkendara di sekolah-sekolah, kampanye tertib lalu lintas di media sosial, hingga patroli simpatik di titik-titik rawan pelanggaran.
“Tilang bukan semata-mata hukuman. Ini bagian dari upaya kami untuk melindungi masyarakat dari potensi kecelakaan. Kami ingin masyarakat sadar bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegas Kombes Tri.
Selain peran aktif aparat kepolisian, peran serta pemerintah daerah dan masyarakat juga dinilai penting dalam menciptakan budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab. Dalam berbagai kesempatan, Ditlantas Polda Papua terus menggandeng komunitas otomotif, tokoh masyarakat, dan pelajar untuk memperluas jangkauan edukasi keselamatan jalan.
Polda Papua juga secara konsisten menjalankan program “Polisi Sahabat Anak” dan “Polisi Masuk Sekolah” sebagai bagian dari edukasi dini terkait pentingnya tertib berlalu lintas.
Penurunan angka tilang ini sejalan dengan semangat implementasi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang digaungkan oleh Kapolri. Dalam hal ini, penegakan hukum tidak hanya mengedepankan sanksi, melainkan juga membangun kesadaran dan kemitraan sosial untuk menjaga keselamatan bersama.
Kombes Tri menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan stakeholder terkait dalam mewujudkan lalu lintas yang tertib dan aman, khususnya di wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis dan sosial yang khas.
“Kami ingin budaya tertib berlalu lintas ini menjadi bagian dari keseharian masyarakat Papua. Dengan demikian, kita bisa menekan angka kecelakaan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa,” pungkasnya.
Dengan tren ini, Papua diharapkan bisa menjadi model bagi provinsi lain dalam menciptakan sistem lalu lintas yang humanis, aman, dan berbasis kolaborasi.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)






























































































