JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) Tahun 2025, Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Papua memastikan stok beras dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Papua dan Papua Barat.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, mengungkapkan bahwa hingga saat ini stok beras yang tersimpan di gudang Bulog yang tersebar di enam provinsi di wilayah Papua mencapai sekitar 23.900 ton. Jumlah tersebut berasal dari 10 cabang Bulog yang beroperasi di seluruh wilayah Tanah Papua.
“Untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru, kami sudah memastikan kesiapan stok beras di seluruh gudang Bulog. Saat ini tersedia kurang lebih 23.900 ton di gudang, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua bulan ke depan,” ujar Ahmad Mustari di Kota Jayapura, Papua, Senin (10/11/2025).
Selain stok yang ada di gudang, Mustari menambahkan masih terdapat pasokan beras yang sedang dalam perjalanan menuju Papua. Beras tersebut berada di kapal maupun pelabuhan, dengan jumlah mencapai sekitar 9.400 ton.
“Kalau kita gabungkan antara stok di gudang dan yang sedang dalam perjalanan, totalnya mencapai sekitar 33.300 ton. Artinya, cadangan beras kita cukup aman bahkan lebih dari dua bulan kebutuhan ke depan,” jelasnya.
Kesiapan stok ini menjadi bagian dari langkah strategis Bulog Papua dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan pokok, khususnya menjelang periode HBKN Nataru, di mana permintaan masyarakat biasanya meningkat signifikan.
“Bulog akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan distributor untuk memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke daerah-daerah terpencil,” tutur Ahmad.
Terkait pola distribusi setelah perayaan akhir tahun, Ahmad memastikan pengiriman beras akan tetap berjalan meskipun periode Natal dan Tahun Baru telah berakhir. Menurutnya, pasokan beras tidak hanya difokuskan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), tetapi juga untuk kebutuhan rutin masyarakat dan penyaluran bagi aparatur sipil negara (ASN).
“Biasanya setelah Nataru, pengiriman beras tetap berjalan. Karena kebutuhan masyarakat tidak bisa ditunda, makan itu kebutuhan utama. Jadi meskipun di Januari, pengiriman tetap dilaksanakan,” ujarnya.
Mustari menambahkan, Bulog juga tidak ingin menimbun stok terlalu lama di gudang karena dapat menurunkan mutu beras. Oleh sebab itu, distribusi terus dilakukan agar stok yang datang bisa segera disalurkan ke masyarakat.
“Kami menjaga agar siklus stok tetap berputar. Begitu beras datang, langsung kita distribusikan supaya tidak terlalu lama di gudang. Selain menjaga kualitas, cara ini juga memastikan pasokan terus tersedia di pasar,” tutup Mustari
Dengan kondisi stok yang melimpah tersebut, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir akan ketersediaan beras selama libur akhir tahun. Bulog memastikan distribusi akan terus dilakukan secara merata dan berkelanjutan agar kebutuhan pangan masyarakat di seluruh pelosok Papua dapat terpenuhi dengan baik.
(Darul Muttaqin – Harian Terbaru Papua)































































































