JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Papua menegaskan bahwa keterlibatan TNI dan Polri dalam kegiatan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan bagian dari kerja sama strategis untuk memastikan program pemerintah itu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, menjawab pertanyaan publik yang mempertanyakan alasan aparat keamanan turut aktif dalam distribusi beras SPHP di berbagai daerah di Papua. Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena keterbatasan sumber daya manusia di Bulog, sehingga membutuhkan dukungan lintas instansi agar program berjalan efektif.
“Terus terang, tenaga kami di Bulog terbatas. Karena itu, dengan adanya kerja sama dan sinergi antara Bulog dengan TNI dan Polri, penyaluran SPHP dan GPM bisa dilakukan lebih luas dan tepat sasaran,” ujar Ahmad Mustari, Senin (10/11/2025).
Kerja sama tersebut, lanjutnya, merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara pimpinan Bulog di tingkat pusat dengan TNI dan Polri. Di tingkat daerah, Bulog bertindak sebagai operator pelaksana di lapangan untuk mendistribusikan beras SPHP kepada masyarakat.
“Sinergi ini sangat membantu kami agar penyaluran SPHP bisa menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses. Selain itu, faktor keamanan juga menjadi pertimbangan penting dalam proses distribusi, terutama di daerah dengan kondisi geografis dan sosial yang menantang,” jelas Mustari.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan aparat keamanan juga bertujuan untuk mendekatkan layanan pangan murah ke masyarakat, sehingga warga tidak perlu jauh-jauh datang ke kota untuk mendapatkan beras SPHP.
“Kami ingin masyarakat bisa mendapatkan beras SPHP atau GPM lebih dekat dari tempat tinggal mereka. Jadi, TNI dan Polri membantu kami agar distribusi bisa sampai ke pelosok tanpa harus menunggu masyarakat datang ke kota,” tuturnya.
Melalui pendekatan ini, Bulog Papua berupaya memperluas jangkauan program SPHP sekaligus berkontribusi terhadap pengendalian inflasi pangan di daerah. Pimpinan Bulog Papua menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor tersebut merupakan langkah konkret untuk memastikan stabilitas harga beras dan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Papua.
“Intinya, kerja sama ini bukan menggantikan peran Bulog, tetapi memperkuat jangkauan distribusi agar masyarakat di pelosok juga merasakan manfaat dari program pemerintah. Kami melebarkan sayap agar SPHP dan GPM benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tutupnya.
(Darul Muttaqin – Harian Terbaru Papua)































































































