JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Forum Pemuda Peduli Tanah Air mengajak seluruh masyarakat Papua untuk menghormati proses sejarah Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) Tahun 1969 sebagai bagian dari perjalanan integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Forum tersebut menyatakan, hasil PEPERA Tahun 1969 telah menjadi bagian dari catatan sejarah internasional dan tercatat dalam dokumen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 2504 (XXIV) Tahun 1969.
Wakil Ketua Forum Pemuda Peduli Tanah Air, Teddi Ayom mengajak masyarakat untuk menyikapi persoalan sejarah secara bijak serta menghormati proses dan ketentuan yang telah menjadi bagian dari perjalanan Papua dalam bingkai NKRI.
“PEPERA Tahun 1969 merupakan bagian penting dalam sejarah integrasi Papua ke dalam NKRI. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati proses sejarah dan bersama-sama menjaga persatuan serta kedamaian,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).
Selain menyoroti persoalan sejarah, Forum Pemuda Peduli Tanah Air juga menanggapi dugaan kasus keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayapura.
Menurut Teddi, proses pemeriksaan dan penanganan dugaan kasus tersebut perlu diserahkan sepenuhnya kepada pihak-pihak yang berwenang agar dapat ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan untuk memperkeruh suasana dan memicu keresahan.
“Kami mendorong agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mari kita percayakan proses penanganannya kepada pihak yang berwenang,” kata Teddi.
Dalam kesempatan tersebut, Forum Pemuda Peduli Tanah Air turut menyoroti berbagai tindakan kekerasan dan pembunuhan yang terjadi di Tanah Papua.
Forum meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk melakukan penanganan terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia secara serius dan sesuai dengan kewenangannya, sehingga peristiwa serupa dapat dicegah dan tidak kembali terjadi.
Hal itu Teddi mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun ajakan dari pihak-pihak yang dinilai dapat memicu perpecahan dan mengganggu persatuan di tengah masyarakat.
“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh kelompok maupun pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab serta berupaya memecah belah persatuan dan kesatuan,” ujarnya.
Memasuki momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Forum Pemuda Peduli Tanah Air mengajak masyarakat Papua, khususnya generasi muda, menjadikan semangat kemerdekaan sebagai momentum kebangkitan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional.
Generasi muda Papua diharapkan dapat mengambil peran aktif melalui berbagai kegiatan positif, meningkatkan kapasitas diri, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Papua dan Indonesia.
“Generasi muda harus menjadi bagian dari pembangunan. Momentum kemerdekaan harus menjadi tonggak kebangkitan untuk terus berkarya, memberikan kontribusi positif, dan bersama-sama mendorong kemajuan Papua serta pembangunan nasional,” katanya.
Ia Juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan kerukunan.
“Setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog dan jalur damai dengan tetap mengedepankan hukum serta sikap saling menghormati,” tutup Teddi.
Melalui semangat “Papua Damai, Indonesia Maju” dan “Bersatu dalam Keberagaman”, Forum Pemuda Peduli Tanah Air berharap Papua terus menjadi wilayah yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat. (Redaksi)


























































































