PUNCAK, HarianTerbaruPapua.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Puncak melalui Pokja III menginisiasi kegiatan pembekalan bagi 25 Ketua TP-PKK Distrik se-Kabupaten Puncak. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Guest House Elvis Tabuni, Gome, Kabupaten Puncak, Rabu (19/8/2026).
Pembekalan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, menyamakan pemahaman program, serta meningkatkan peran TP-PKK dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat hingga ke tingkat kampung.
Ketua TP-PKK Kabupaten Puncak Ny. Sujatinah Elvis Tabuni dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar pertemuan organisasi, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen agar PKK benar-benar hadir serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“PKK tidak boleh hanya terlihat pada saat ada kegiatan seremonial. PKK harus hadir di tengah keluarga, di tengah masyarakat, dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap 25 Ketua TP-PKK Distrik yang mengikuti pembekalan dapat menjadi penggerak yang aktif di wilayah masing-masing, sekaligus mampu menerjemahkan program PKK sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, terdapat sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama, salah satunya bidang kesehatan dan pencegahan stunting. Upaya tersebut harus dimulai dari keluarga melalui edukasi mengenai gizi, kebersihan, sanitasi, kesehatan ibu dan anak, serta penerapan pola hidup sehat.
“Jangan menunggu anak mengalami masalah pertumbuhan baru kita bergerak. PKK harus mampu menjadi jembatan antara keluarga dengan pelayanan kesehatan yang tersedia,” katanya.
Selain kesehatan, pendidikan dan pola asuh anak juga menjadi perhatian penting. Anak-anak, kata dia, merupakan masa depan Kabupaten Puncak sehingga pendidikan dasar, tumbuh kembang anak, serta pola asuh dalam keluarga harus menjadi bagian dari gerakan PKK.
“Kita ingin keluarga-keluarga di Kabupaten Puncak menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan kasih sayang, perlindungan, pendidikan, dan nilai-nilai kehidupan,” tuturnya.
Bidang lain yang menjadi perhatian adalah penguatan ekonomi keluarga dan UMKM. TP-PKK diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Potensi yang ada di setiap distrik dan kampung, seperti hasil pertanian, perkebunan, kerajinan, makanan lokal, serta berbagai produk masyarakat, perlu dikembangkan agar memiliki nilai tambah dan dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

“Mari kita mulai dari apa yang kita punya, dari potensi yang ada di kampung kita masing-masing,” ajaknya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program PKK tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan dan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah distrik, kepala kampung, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh agama, dunia usaha, dan seluruh masyarakat.
Karena itu, para Ketua TP-PKK Distrik diminta membangun komunikasi yang baik dengan kepala distrik dan para kepala kampung.
“Jangan berjalan sendiri, jangan bekerja sendiri. Mari kita duduk bersama, melihat kebutuhan masyarakat, menyusun program yang benar-benar dibutuhkan, kemudian melaksanakannya secara bertahap dan berkelanjutan,” tegasnya.
Para Ketua TP-PKK Distrik juga didorong menjadi pemimpin yang aktif, disiplin, terbuka, mau belajar, dan turun langsung ke lapangan. Program yang dijalankan tidak harus banyak, tetapi harus sederhana, nyata, dan memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat.
“Kita tidak perlu membuat program yang terlalu banyak apabila tidak mampu dilaksanakan. Lebih baik kita memiliki beberapa program prioritas yang sederhana, nyata, dan benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa kondisi dan tantangan di setiap distrik berbeda. Karena itu, TP-PKK Distrik diharapkan tidak takut berinovasi dan menyesuaikan program dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“PKK Kabupaten akan menjadi rumah bersama bagi seluruh TP-PKK Distrik. Kita akan saling belajar, saling mendukung, saling menguatkan, dan bersama-sama mencari solusi atas persoalan yang kita hadapi,” katanya.
Setelah mengikuti pembekalan, para Ketua TP-PKK Distrik diharapkan tidak hanya membawa materi, tetapi juga semangat dan komitmen baru untuk bergerak di wilayah masing-masing.
“Mari kita buktikan bahwa PKK Kabupaten Puncak mampu menjadi organisasi perempuan yang hadir, bekerja, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mari kita mulai dari keluarga: keluarga sehat, anak tumbuh baik, perempuan berdaya, ekonomi keluarga kuat, dan masyarakat semakin sejahtera,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua TP-PKK Kabupaten Puncak menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, khususnya Pokja III TP-PKK Kabupaten Puncak yang telah mempersiapkan kegiatan, serta para pemateri yang telah berbagi ilmu dan pengalaman.
Kepada seluruh Ketua TP-PKK Distrik, ia berpesan agar tidak takut memulai, tidak lelah bergerak, dan tidak bekerja sendiri.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama,” pungkasnya.
Kegiatan pembekalan ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh pengurus dan kader TP-PKK Kabupaten Puncak diberikan kesehatan, kekuatan, serta kebijaksanaan dalam menjalankan amanah dan pengabdian kepada masyarakat. (Cornelia)

























































































